Peristiwa

Cuaca Tidak Bersahabat, Harga Sembako di Kepulaun Melonjak

×

Cuaca Tidak Bersahabat, Harga Sembako di Kepulaun Melonjak

Sebarkan artikel ini
20131229 152608 ilustrasi gelombang tinggi perairan kalbar
Foto : Illustrasi

Suara Indonesia-News.Com, Sumenep – Sejumlah komoditi utamanya kebutuhan bahan pokok, mengalami kenaikan yang cukup hebat. Hal itu di sebabkan tidak adanya alat transportasi yang berani berlayar karena cuaca dilaut sedang tidak bersahabat.

Harga bahan pokok yang semula di jual dengan harga standar, saat harganya naik 10 persen dari harga sebelumnya.

“Sejak tidak ada kapal perintis yang berlayar ke sini, semua harga barang-barang mengalami kenaikan cukup tajam, lihat saja harga beras yang semula hanya 240.000 perzak ukuran 25 kg, sekarang di jual Rp 300.000 perzak,” kata Daeng Albar (35), tokoh masyarakat asal pulau/kecamatan Masalembu, Selasa (20/1/2015).

Kenaikan harga kebutuhan pokok tidak hanya melanda beras, melainkan menimpa bawang merah dan telur ayam. Dua komiditi tersebut mengalami kenaikan hingga 10 persen dari harga sebelumnya.

Harga bawang merah yang semula di jual Rp 18.000 perkilogram, sekarang harganya menjadi Rp 30.000 perkilogram, naik Rp 12.000. Sementara harga telur ayam buras yang sebelumnya dijual Rp 1500 perbutir, sekarang dijual Rp 2200 hingga 2300 perbutir, naik Rp 800 perbutir.

Kenaikan harga-harga tersebut terjadi sejak perairan Sumenep di landa cuaca ekstrem, dan melumpuhkan semua pelayaran kekepulauan. Kapal perintis yang biasa melayani pelayaran ke pulau Masalembu, dan mengangkut sembako, terakhir berlayar tanggal 24 Desember 2014.

“Sejak saat itu tidak ada pelayaran lagi ke sini, sehingga stok sembako di sejumlah pedagang menipis, makanya harganya sangat mahal sekali,” pungkasnya. (udin/zai).