BLORA, Kamis (28/12/2017) suaraindonesia-news.com – Persoalan pusat Penampungan Produksi (PPP) Menggung yang sekarang berubah namanya menjadi Main Gathering Sistem (MGS) menggung Pertamina EP Asset 4 Field Cepu Terhadap Bau yang menyengat dikeluhkan warga Rt 02, Rw 02, Kelurahan Ngelo, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Provinsi Jawa Tengah yang selalu mencemaskan bau tak sedap yang ditimbulkan dari lokasi pusat penampungan produksi Main Gathering Sistem (MGS) menggung atau (PPP) Menggung milik Pertamina EP Asset 4 Field Cepu. Sebab bau minyak mentah itu dinyatakan tidak aman karena sudah diambang batas kewajaran.
Hal itu disampaikan Badan Purwanto salah satu warga menggung yang terkena dampak pencemaran MGS Menggung kepada suaraindonesia-news.com, Kamis (28/12/2017).
Dia menjelaskan, Kalau bau polusi MGS Menggung tersebut sangat Berbahaya Sekali dan hampir Empat (4)Tahun ini tidak ada solusi. Mendengar ada jadwal Kunjungan Roadshow Gubrnur Ganjar Pranowo, SH. M.IP ke MGS Menggung Warga yang terkena Dampak mendatangi Pusat Penampungan Produksi MGS.
Warga mereka memprotes dengan membawa poster yang Bertuliskan, Tolak penampungan limbah B3 Berada ditengah pemukiman warga, dan masih banyak lagi bentuk aspirasinya warga menggung.
“Bau tak sedap yang berasal dari MGS Menggung telah lama dikeluhkan warga sekitar MGS Menggung Bahkan warga sudah melaporkan masalah itu kepada pihak kelurahan untuk disampaikan kepada Pertamina EP Asset 4 Cepu,” kata Badan.
Menurut dia, aksi yang dilakukan warga adalah sepontanitas, lantaran tidak tahan lagi dengan bau yang ditimbulkan minyak mentah.
“Warga sepontan keluar rumah dan berkumpul mendatangi tempat penampungan minyak itu dengan membawa poster,” imbuhnya.
Sementara itu dalam kunjungan Roadshow Ganjar Pranowo Warga langsung menyamperi Orang nomor satu di provinsi Jawa Tengah itu kedalam lokasi MGS Menggung, hingga terjadi dialog terbuka antara warga Menggung dengan rombongan Gubernur Ganjar Pranowo, Forkompinda, dan OPD kabupaten Blora dan pihak Pertamina EP Asset 4 Field Cepu.
Dialog terbuka yang sifatnya spontan ini cukup alot karena memperpadukan keinginan Warga Menggung. ketika Ganjar pranowo menanyakan kepada Mariyadi, Suryanto dan Badan purwanto sebagai perwakilan warga Menggung. Apakah tampungan minyak mentah ini harus ditutup? tanya ganjar.
“Ya pak ditutup saja tampungannya,” kata Mariyadi yang juga mantan pegawai Pertamina itu.
Baca Juga: Bupati OKU Lantik Achmad Tarmizi Sebagai Sekda
Dari alotnya dialog akhirnya menghasilkan keputusan usulan warga agar pihak MGS menggung menutup Bak produksi.
Lanjut ganjar Baiklah, Nanti Kita komunikasikan bersama setelah ini untuk warga akses komunikasinya nanti langsung ke Field Maneger Heru Irianto, dan kasih waktu dari pihak Pertamina EP Asset 4 ini selama dua bulan kedepan agar proses upaya menghilangkan bau yang menyengat dari mgs menggung bisa ditangani.
“Saya datang kesini merespon laporan warga terhadap bau yang menjadi pencemaran lingkungan,” Imbuhnya.
Bersamaan dengan persoalan MGS Menggung Field Manager Heru Irianto Pertamina asset 4 Cepu angkat Bicara. Ia menyampaikan bahwa akan menutup bak penampungan yang menjadi penyebab bau pencemaran Lingkungan di sekitar warga Ngelo.
“Kami akan berupaya sekuat tenaga kami, dan kami akan lakukan apa keinginan warga, kalau menghendaki ditutup akan kami tutup, tapi tempat penampungan minyak ini tetap berjalan,” kata Heru.
Ia menyampaikan bukan hanya di Cepu saja menyelesaikan persoalan bau limbah namun dimana saja tempat ia bekerja.
“Ternyata saya mampu menghilangkan bau yang menyebabkan pencemaran lingkungan, mengapa kami terlambat, karena proses pompa kami belum bisa maksimal, tunggu Kami dan kasih waktu,” pungkas Heru.
Reporter : Lukman
Editor : Amin
Publiser : Tolak Imam












