Diduga Sarat Dengan Korupsi, Proyek PPIP Desa Tegalharjo Sisakan Tanggungan

63
×

Diduga Sarat Dengan Korupsi, Proyek PPIP Desa Tegalharjo Sisakan Tanggungan

Sebarkan artikel ini
proyek PPIP penangkis badan jalan tahun 2013
Proyek PPIP penangkis badan jalan tahun 2013

SUARA INDONESI-NEWS.COM, BANYUWANGI – Keberhasilan proyek PPIP penangkis badan jalan tahun 2013 lalu yang yang terletak di Dusun Sidodadi, Desa Tegalharjo, Kecamatan Glenmore ternyata tidak sebaik harapan yang dikerjakan pasalnya proyek tersebut masih menyisakan masalah.

Proyek yang didanai pemerintah senilai kurang lebih Rp 250.000.000,. tersebut masih mempunyai hutang bahan material yang sampai saat ini belum terselesaikan padahal kucuran dana sebanyak itu sudah turun dan pekerjaan proyek sudah selesai semua.

Sementara Budiono Checker di PPIP Saat ingin dikonfirmasi tidak ada dirumahnya dan dihubungi via telepon selulernya juga terdengar nada tidak aktif, sedangkan Ketua PPIP Gatot Subroto alias Basuki saat dikonfirmasi via telepon mengatakan, bahwa proyek tersebut sudah selesai dan bahkan melebihi dari target yang direncanakan, menurutnya, targetnya yang seharusnya 1000 meter akan tetapi hingga 1750 meter.

“pekerjaan yang harus kita kerjakan seharusnya 1000 meter tapi kami bisa mengerjakan hingga 1.750 meter, rencananya proyek tersebut kita akan buat percontohan, sekarang apa yang jadi masalah, saya kok jadi heran,” Ungkapnya.

Dikatakan, Kalau uang sudah dicairkan pihaknya melalui bendahara dan sudah disampaikan kepada yang berhak menerima, artinya pihaknya merasa sudah tidak memiliki tanggungan kepada pemasok material (Bu Muhri, red).

“kita sudah cairkan lewat bendahara dan sudah ada tanda tangan saya artinya sudah lunas semua dan sudah diberikan kepada pos – posnya, aneh kalau material yang ada di Bu Muhri (pemasok material proyek PPIP, red), kalau sampai sekarang belum selesai dan masih punya tanggungan sebanyak itu,” beber Gatot.

Masih menurut gatot, pihaknya akan segera menindaklanjuti permasalahan tersebut.

“nanti sore kita akan datangi Budiono untuk menayakan hal tersebut dan akan kita temui juga pihak Bu Muhri, berarti selama ini sama Budiono tidak di berikan,” elaknya.

Pemasok material proyek PPIP, Bu Muhri mengatakan, bahwa dirinya sudah berusaha memasok material, sementara pembayaran tidak beres hingga pekerjaan selesai.

“kita sudah berupaya memasok material, tidak tahu siang maupun malam kita pasok terus, ternyata setelah proyek selesai sampai sekarang kok belum lunas soal pembayaran kepada kita, padahal proyek tersebut sudah satu tahun yang lalu, saya sudah berusaha menagih kepada pihak – pihak yang terkait ternyata sampai sekarang kok belum ada kejelasan,” keluhnya.

Masih menurut Bu Muhri, Berapa to mas hasil material satu truknya, saya merasa di tipu dan di pimpong kesana kemari, sudah berkali – kali kita tagih sampai melalui Desa bahkan sudah dibuatkan surat pernyataan sanggup membayar pada tanggal (20/07/2014) dan di ketahui oleh Bu Kades dan distempel resmi Desa, “nyatanya sampai sekarang belum ada penyelesaian, kalau tidak ada kejelasan kita akan lapor kepada pihak yang berwajib,” ujarnya geram.

Kepala Desa Tegalharjo, Zein Afifah Siyani mengatakan, bahwa dirinya tidak tau terkait keuangan proyek PPIP tersebut, karena menurutnya sudah ada pengurus.

 “kita tidak tahu terkait keuangan proyek PPIP tersebut, termasuk masalah pencairannya di Bank, begitu PPIP cair saya sendiri tidak tahu karena sudah ada pengurus, kita cek semua sudah berjalan pembangunan jalan termasuk urusan material, tapi begitu ada masalah, tahu – tahu bu mukri ini datang ke saya minta bantuan tanggungannya belum di selesaikan oleh pengurus PPIP,” jelas Afifah.

Ditambahkan, Kalau tidak ada masalah Bu Kades ditaruh belakang, begitu ada masalah baru Bu Kades dijak rembuk, kita sudah panggil semua pengurus PPIP agar segera menyelesaikan tanggungan kepada Bu Mukri karena yang tahu keluar masuknya uang itu bukan Bu Kades karena di situ ada ketua dan bendahara, imbuhnya. (Har).