Sumenep, Suara Indonesia-News.Com – Bantuan dana kompensasi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dari pemerintah pusat, masing-masing sebesar Rp 400.000 untuk bulan November dan Desember 2014. Untuk Desa Pabian Kecamatan Kota Sumenep kini menuai protes.
Pasalnya, penerimaan bantuan tersebut banyak yang luput dari sasaran, sehingga kepala desa pabian sebagai penanggung jawab bagi masyarakatnya menuai protes keras.
Ani, salah satu warga desa pabian mengeluh adanya pendataan yang dilakukan oleh pihak desa terkait masyarakat miskin di desa pabian.
“Saya kecewa kepada kepala desa pabian yang tidak akurat dalam menyeleksi tentang pendataan masyarakat miskin di desa pabian”, ungkap Ani dengan berbahasa madura.
Ani juga menambahkan ” ternyata banyak masyarakat mampu yang mendapatkan bantuan dana tersebut dan malah yang benar benar miskin yang sangat membutuhkan bantuan ternyata meleset dari pendataan”.
Sementara pengaduan dari beberapa masyarakat kepada kepala desa pabian, sudah dilakukan di balai desa setempat, namun belum juga membawa hasil sehingga kecurigaan masyarakat timbul karena dinilai pendataan ini ada indikasi permainan tidak sehat dan berpihak kepada golongan tertentu. (Zai/Im).
