SUMENEP, Jumat (22 September 2017) suaraindonesia-news.com – Mega Proyek payung raksasa di depan masjid jamik Sumenep, Madura, Jawa Timur, yang direncanakan akan dibangun pada tahun 2018 mendatang dianggap akan menghilangkan nilai sejarah.
Kecemasan ini muncul dari Lembaga Forum Masyarakat Inspiratif (Formatif), Masjid Jamik menyimpan sejarah gemilang jika payung raksasa betul di bangaun maka akan menghilangkan sebagian sejarah yang semestinya diketahui orang banyak.
Disamping itu juga akan menghilangkan pemandangan gapura masjid yang dibangun dengan arsitek cina tersebut.
“Masjid jamik penuh dengan nilai filosofi sejarah maupun arkeologisnya yang dapat kita resapi bersama dalam kehidupan saat ini dan akan datang. Saya khawatir dengan dibangunnya payung raksasa dapat menghilangkan sejarah,” kata Moh. Fadal Ketua Formatif.
Baca Juga: Program KF Tak Menurunkan Angka Buta Aksara di Sampang
Menurutnya, Kalau berorentasi pada Masjid Nabawi Mekkah. Saya rasa salah kaprah kerena masjid Nabawi itu jelas fungsi dan manfaaat, serta efektifitas payung raksasa tersebut untuk melindungi para jama’ah saat beribadah.
“Lantas apa fungsinya jika payung tersebut dibangun didepan masjid jami, hanya sebatas keindahan saja. Namun, fungsinya tidak jelas,” imbuhnya.
Dia menambahkan, pembangunan payung menjadi salah satu payung elektrik terbesar di Indonesia. Tidak tanggung tanggung pemerintah Sumenep menganggarkan Rp. 11 miliar, dalam dua tahap, yakni pada APBD tahun 2017 dan APBD tahun 2018.
“Anggarannya mencapai 11 M hanya untuk empat payung besar,” pungkasnya. (Mahdi)












