ABDYA ACEH, Senin (28 Agustus 2017 ) suaraindonesia-news.com – Pemkab Aceh Barat Daya Melalui Dinas Sosial kembali salurkan dana bagi penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) kesembilan desa dalam Kecamatan kabupaten setempat.
Plt Kadinsos Abdya Amri.AR,ST mengatakan, Penyaluran dana dari dinas sosial ini yang pertama di salurkan pada sebelumnya program ini sudah beberapa kali di salurkan oleh
kepala dinas yang lama.
“Penyaluran dana PMKS Akhir bulan 7 kemarin dengan jumlah dana sosialyang di berikan per orang sebanyak Rp 100.000 tiap bulan dan dana tersebut di salurkan lewat rekening bank masing – masing,” sebut Plt Amri
Selaintu terangnya Amri, hampir seribuan orang yang menerima dana bantuan tersebut dan juga ada beberapa yang tidak dapat bantuan itu, karena ada kesalahan tehnik di angka maupun di nama.
”Jika ada yang belum menerima itu kesalahan data penulisan hurufnya pihak bank pun sulit mencairkan”sebutnya.
Lanjutnya, kata Amri, berdasarkan data yang ada saat ini penyandang PMKS di Abdya untuk kategori yatim berjumlah 2.827 orang, piatu 650 orang, yatim piatu 125 orang, cacat permanen 2.393 orang, janda tanpa anak sebanyak 372 orang dan kepala keluarga sakit menahun 1.195 orang dan ke enam jenis PMKS tersebut dengan jumlah penerima keseluruhan sebanyak 7.562 orang sesuai dengan data yang diperoleh dinas sosial dari tenaga kesejahteraan sosial kecamatan (TKSK ) yang bertugas dilapangan.
Dijelaskan Amri, dari sejumlah data yang diperoleh, pihak dinas keuangan kabupaten sudah menyalurkan dana tersebut lewat rekening bank masing-masing penerima, dan penyaluran bantuan itu berjalan lancar. Ucapnya. Baca Juga: Beatbox Abdya Akan Ikut Perlombaan di Lhoksumawe
Pada kesempatan itu, ia juga menghimbau ,jika ada masyarakat dari enam jenis PMKS tersebut tidak menerima bantuan, jangan disalahkan dinas sosial karena pendataan tersebut dilakukan oleh pihak Tksk Kecamatan yang bekerjasama dengan seluruh kepala desa yang ada di wilayah Abdya.
“bila ada masyarakat yang tidak menerima bantuan PMKS,Jangan salah kan dinsos pendataan dilakukan oleh pihak TKSK kecamatan bersama kepala desa diwilayah setempat “Tuturnya.
Disamping itu Sembari juga meminta, petugas lapangan” jangan main-main” dan keterbukaan satu sama lain agar data yang didapat betul-betul akurat dan valid sehingga Pemerintah dalam membantu tepat sasaran dan bermanfaat hendaknya. Demikian tegas nya.(Nazli, Md).












