Berita UtamaPeristiwa

Mantan Dubes Lima Negara Asal Malaka, Dimakamkan di Pekuburan Kerajaan Builaran

×

Mantan Dubes Lima Negara Asal Malaka, Dimakamkan di Pekuburan Kerajaan Builaran

Sebarkan artikel ini
Malaka
Para tetua adat menggelar ritual adat sesaat sebelum pemakaman Cornelis Foun Teiseran di Pemakaman Kerajaan Builaran, Senin (19/06/2017). (Foto: Cyriakus Kiik/SI)

BETUN, Selasa (20 Juni 2017) suaraindonesia-news.com – Mantan Duta Besar (Dubes) Luar Biasa Berkuasa Penuh untuk lima negara yakni Kuba, Bahamas, Republik Dominikan, Jamaika dan Haiti yang berkedudukan di Havana, Cornelis Foun Teiseran, dimakamkan di pekuburan Kerajaan Builaran Kecamatan Sasitamean Kabupaten Malaka Propinsi Nusa Tenggara Timur, Senin (19/06).

Cornelis meninggal pada Selasa (13/6/2017)  di Rumah Sakit Moh. Ridwan Meuraksa.

Prosesi pemakaman dihadiri Bupati Malaka Stefanus Bria Seran, Wakil Bupati Daniel Asa, para pimpinan DPRD Malaka, para pimpinan SKPD Malaka, tokoh masyarakat, tokoh adat dan masyarakat setempat.

Prosesi pemakaman diawali dengan misa perayaan ekaristi, ritual adat dan dilanjutkan dengan upacara pemakaman secara dinas yang dipimpin Bupati Malaka Stefanus Bria Seran.

Bupati Stefanus Bria Seran dalam amanatnya mengatakan, meninggalnya Cornelis Foun Tey Seran, masyarakat Kabupaten Malaka merasa kehilangan seorang putera terbaiknya.

“Kita patut bangga karena almarhum Cornelis merupakan putera terbaik Malaka yang terkenal dan dikenal secara dunia,” ucap Bupati Stefanus.

Bupati Stef mengisahkan, almarhum merupakan temannya sewaktu di SMPK Sabar Subur Betun dan SMA Suria Atambua. Almarhum dikenal sebagai sosok yang cerdas, jujur, disiplin dan mudah bergaul dengan siapa saja.

“Kepergian almarhum adalah kehilangan terbesar untuk Kabupaten Malaka karena kehilangan sosok yang cerdas. Almarhum adalah sosok yang sangat membanggakan bagi Kabupaten Malaka karena mendapat kepercayaan sebagai Dubes Luar Biasa Berkuasa Penuh untuk lima negara,” demikian Bupati Stefanus.

Laurensius Teiseran, salah satu anak almarhum yang menyampaikan sambutan mewakili keluarga mengucapkan terimakasih atas segala bantuan dan perhatian yang diberikan semua pihak terhadap ayah kandungnya. (Cyriakus Kiik)

Biodata

Almarhum lahir di Desa Builaran, Kecamatan Sasitamean, Kabupaten Malaka pada 1 Januari 1958. Dia adalah anak ke-8 dari 12 orang bersaudara dari pasangan Benyamin Teiseran dan Lusia Luruk Klau.Masa kecilnya dihabiskan di Desa Builaran bersama kedua orangtuanya dan ke-11 saudaranya.

Cornelis menamatkan sekolah dasar hingga menengah atas di sekolah Katolik. Tepatnya di SDK Builaran dan melanjutkan ke ke SMPK Santu Thomas Aquinas Sabar Subur Betun. Sedangkan pendidikan menengah atasnya dijalani di SMAK Suria Atambua-Kabupaten Belu, sebuah sekolah katolik terbaik di Pulau Timor saat itu hingga saat ini.

Setelah tamat, Cornelis merantau ke Jawa. Dia kuliah di UGM, Yogyakarta.

Cornlis melepas masa lajangnya dengan menikahi Lucia Cornelis dan dianugrahi tiga orang anak yaitu, Antonius Arief Teiseran (alm), Laurensius Teiseran, SE dan Leander Teiseran.

Cornelis mengawali karir diplomatik di Kementerian Luar Negeri RI sejak 1985 sebagai Aparatur Sipil Negara (PNS).

Pada 1989-1994 bekerja sebagai staf Sub Bidang Pendidikan Sosial Budaya pada KBRI Yangoon. Pada 1997-2001 sebagai Kepala Sub Bidang Politik Luar Negeri di KBRI Paris-Prancis. Pada 2003-2007 menjalani fungsi politik pada KBRI Brasilia. Pada 2004 sebagai  HOC pada KBRI  Brasilia.

Pada 2005-2006 sebagai Kuasa Usaha Ad Interin pada KBRI Brasilia. Pada 2007 sebagai Kepala Pusat Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan Kawasan Amerika dan Eropa (P3K2 AMEROP).

Pada 1 Desember 2011, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melantiknya sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Republik Kuba dan diakreditasi oleh Persemakmuran Bahama dan Republik Jamaika, yang berkedudukan di Havana.

Pada 31 Januari 2016, Cornelis menyelesaikan tugasnya sebagai Duta Besar dan kembali ke Indonesia pada 2 Pebruari 2016.

Sebagai Dubes, Cornelis sangat aktif dalam mempromosikan budaya Indonesia di Kuba, dan terutama dalam meningkatkan pemahaman generasi muda tentang Indonesia dan tentang hubungan jangka panjang antara Indonesia dan Kuba.