Peristiwa

Jalan Lingkungan Berubah Fungsi Jadi Drenase, Lurah Diam Saja dan Tutup Telinga

133
×

Jalan Lingkungan Berubah Fungsi Jadi Drenase, Lurah Diam Saja dan Tutup Telinga

Sebarkan artikel ini
IMG 20170128 185332

Reporter: Lukman

Blora, Sabtu (28/01/2017) suaraindonesia-news.com – Jalan lingkungan RT.03 RW.07 Kelurahan Balun, kecamatan Cepu, kabupaten Blora, Provinsi Jawa Tengah, berubah menjadi drenase pembuangan air dari atas bangunan pondok Tahfidul Qur’an.

Menurut Riswan, salah satu warga setempat, awal mula, sebelum bangunan pondok itu berdiri. Jalan lingkungan ini sudah diberikan oleh H. Maskuri selaku pemilik tanah sebagai wakaf kepada keluarga yang ada di belakang bangunan pondok. Setelah H. Maskuri meninggal akhirnya pembangunan jalan tersebut dilanjutkan dengan biaya swadaya itupun setelah lama berfungsi sebagai jalan.

“Sebelumnya, Fatori sebagai pengelola pondok meminjam jalan untuk digunakan sebagai pondasi, dan berjanji setelah pondok berdiri Fatori akan mengembalikan jalan menjadi lebih bagus lagi dari sekarang. Sayangnya keterangan Fatori berubah tidak sama dengan penyampaian awal, apalagi mau memperbagus jalan, yang ada terjadi pencemaran lingkungan,” terangnya.

Bahkan, menurutnya, sebelum kejadian pihak warga sudah sempat melaporkan kondisi jalan tersebut kepihak Lurah Balun.  Drs. Agus Istandar, namun pihak Lurah diam saja dan cenderung tutup telinga Hanya dilihat staffnya.

Pantauan suaraindonesia-news.com dilokasi, jalan dengan lebar  2.½  meter dan panjang kurang lebihnya  30 meter ini rusak parah dan terkesan tidak ada pertangungjawaban sama sekali. Dan digunakan untuk pipa pembuangan air.

Bahkan menurut beberapa warga terdekat, jalan tersebut menjadi drenase dan pembuangan air setiap harinya dan dari tampungan air yang kurang diperhatikan setiap pengisian selalu lebih dan dibuang dijalan bahkan, bukan hanya air bersih sajan namun juga air  dari atas (pondok, red) saja yang tumpah kejalan.

“Yang lebih parah lagi, air limbah untuk membersihkan piring dibuang dijalan, dan itu terjadi hampir setiap hari,” ujar salah satu warga terdekat pondok yang tidak berkenan namanya di sebutkan.

Bahkan, pagi tadi, Sabtu (28/01/2017) salah satu warga sempat mencium bau busuk di depan rumahnya dan ternyata air limbah.

“Dari kejadian ini, kami akhirnya sampaikan kepada ketua RT 03/07 setelah itu baru ada penangan kecil. Sampai sekarang jalan itu dibiarkan rusak parah. Pemilik pondok sepertinya gak mau tau menau,” ujarnya.