Jakarta, Jumat (27/1/2017) suaraindonesia-news.com – Wakil Presiden Republik Indonesia (Wapres RI), Jusuf Kalla memimpin rapat terkait program prioritas Universitas Andalas (UNAND) di auditorium Kantor Wakil Presiden RI, jalan Merdeka Utara, Kamis (26/1/2017).
Dalam rapat atau pertemuan kali ini Wapres Jusuf Kalla selaku Ketua Pengarah Dewan Penyantun UNAND ditemani Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (MenPUPR) Basuki Hadimuljono sebagai Ketua Dewan Penyantun UNAND mendengarkan paparan Rektor UNAND,Tafdil Husni tentang program prioritas serta strategi untuk mengembangkan UNAND sesuai misinya, menjadi perguruan tinggi yang terkemuka dan bermartabat.
“Bahwa saat ini UNAND telah berada pada milestones kedua dalam pencapaian misinya. Pada periode 2014-2018 UNAND sedang berupaya meningkatkan kinerja managemen akademi, keuangan, asset, serta SDM. Apabila ini tercapai, maka dalam milestones selanjutnya kami akan berupaya menjadikan UNAND Universitas berkelas dunia, terkemuka dan bermartabat serta berupaya menjadi Universitas 10 terbaik di Indonesia dan 100 terbaik di Asia,”ujar Tafdil.
Tafdil dalam paparannya menjelaskan, kemajuan yang telah dicapai UNAND diantaranya, secara nasional tahun2016 berperingkat 11 versi Dikti,telah memiliki akreditasi ‘‘A” sejak tahun 2014,serta memiliki klaster penelitian‘‘mandiri”. Namun, UNAND masih menghadapi beberapa kendala yang dirasa menghambat upaya pencapaian misi dan visinya.
“Kendala tersebut sebagian besar terkait dengan permasalahan sarana dan prasarana, seperti menurunnya fasilitas dan ketersediaan air bersih, laboratorium yang memerlukan revitalisasi, terbatasnya kapasitas asrama mahasiswa, serta terbatasnya perangkat keras guna membangun sistem informasi yang terintegrasi sebagai ‘‘smart campus”.
Sementara itu Wapres Jusuf Kalla dalam arahannya mengatakan,memandang bahwa berdasarkan fakta sejarah, masyarakat minang sesungguhnya cukup maju dalam hal pendidikan dan memiliki modal sosial yang kuat.
“Modal utama orang minang adalah pengetahuan. Dari semua tokoh-tokoh minang itu modalnya otak dan hati. Kalau maju tidaknya minang itu tergantung pada sumber daya manusia yaitu pendidikan, ditambah lagi adalah kewirausahaan dan keagamaan,”kata Wapres.
Wapres menambahkan, dalam usianya 62 tahun (berdiri tahun 1955) UNAND sesungguhnya telah dewasa sebagai sebuah institusi. Meskipun demikian, kemajuan universitas tidak hanya dipandang dari sarana fisik semata namun ada hal lain yang juga penting yaitu kualitas dosen dan proses belajar mengajarnya. Oleh karena itu, butuh kerja keras untuk mencapai kualitas tersebut.
“Kalau kita lihat, hampir semua universitas di seluruh Indonesia hampir sama semua infrastrukturnya. Namun, yang berbeda adalah proses belajar mengajarnya dan perlu semangat kerja keras mengembangkannya,”tutur Jusuf Kalla.
Ia menekankan, yang diperlukan saat ini adalah bagaimana universitas di Indonesia memiliki keseimbangan. Sehingga, universitas terbaik tidak hanya di pulau Jawa saja. Untuk itu,kata Wapres, cara yang dapat diupayakan, antara lain, melibatkan para alumni dan tokoh masyarakat yang memiliki kaitan dengan universitas melalui program-program bersama.
“Pengalaman kita dimana-mana, kalau mahasiswa dikenalkan dengan sektor riil, dia lebih muda untuk mendapat pekerjaan dan mengetahui apa yang terjadi (sesungguhnya di dunia kerja),”tandasnya.
Selain MenPUPR, hadir dalam rapat MenPANRB Asman Abnur serta Pimpinan dan Anggota Dewan Penyantun UNAND, diantaranya Fahmi Idris, Abdul Latif, dan Fasli Jalal. Sementara Wapres Jusuf Kalla didampingi oleh Kepala Sekertariat Wakil Presiden Mohamad Oemar, Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Pembangunan Manusia dan Pemerataan Pembangunan,Bambang Widianto, Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Pemerintahan Dewi Fortuna Anwar, Staf Khusus Wapres Bidang Penanggulangan Kemiskinan dan Otonomi Daerah Syahrul Udjud, Staf Khusus Azyumardi Azra, serta Tim Ahli Wapres Sofjan Wanandi.
Editor : Zainal Laadala
Sumber : Sekretariat Wapres RI












