Bupati Sumenep Pimpin Upacara Hari Pahlawan Ke 71 

35
×

Bupati Sumenep Pimpin Upacara Hari Pahlawan Ke 71 

Sebarkan artikel ini
IMG 20161110 WA0003

Reporter: Liq

Sumenep, Kamis (10/11/2016) suaraindonesia-news.com – Bupati Sumenep KH. Dr. A Busyro Karim, M.Si. Madura Jawa Timur bertindak sebagai Inspektur Upacara pada peringatan Hari Pahlawan yang dilaksanakan di halaman upacara kantor Bupati Sumenep, Kamis (10/11/2016).

Hadir diacara tersebut, sekretari daerah Drs H. Hadi Suetarto, Ketua Dewan H. Herman Dali Kusuma,  semua pimpinan SKPD, Dandim Sumenep Budi Santosa , Kapolres Sumenep H. Joseps Ananta Pinora, S.I.K., M.Si, Kajari Sumenep Bambang Sutrisna, semua  camat sekabupaten Sumenep, dan dari Unsur TNI /Polri dan  kalangan pelajar di kabupaten Sumenep.

Bupati Sumenep KH.Dr. A. Busyro Karim., M.Si dalam sambutannya mengatakan bahwa  peringatakan hari pahlawan yang setiap tahun kita laksanakan, sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa para pejuang yang telah mengorbankan jiwa raganya membela tanah air dari penindasan kaum penjajah.

Peringatakan tersebut didasarkan peristiwa pertempuran 10 november 1945 disurabaya dan peringatan hari pahlawan harus mampu menggali apinya, bukan abunya. dengan meminjam ungkapan Bung Karno, semangat kepahlawanan itu adalah semangat rela berjuang mati-matian dengan penuh idealisme mengutamakan kepentingan umum diatas kepentingan pribadi.

“Semangat kepahlawanan tidak cukup hanya mempertahankan Patriotisme Defensif tetapi Patriotisme yang lebih positif,” jelas Bupati.

Dan saat ini kita membuhtuhkan. Sumber daya manusia bermintal unggulan, Inovatid dan kometmen terhadap profesinya, dan juga kita berada pada taraf investasi yakni menanamkan investasi keterampilan manusia investasi materi dan investasi mintal. Tetapi yang lebih penting adalah investasi mental.

Untuk mempertahankan kemerdekaan bagi umat islam kepada KH.Hasyim Asyari dan pada tanggal 22 Oktober 1945 KH. Hasyim Asyari mengeluarkan sebuah Fatwa jihad bahwa perjuangan membela tanah air merupakan jihad fi sabilillah.

Rovolusi jihad tersebut mampu membakar semangat para santri, dan arek-arek surabaya dengan hal tersebut membuat marah angkatan perang inggris hingga berujung peristiwa 10 november.

Busyro berharap semua elemen masyarakat yang terus aktif menumbuhkan jiwa kepahlawanan disumenep,semoga sumenep yang kita cintai makin jaya,berdaya saing,beradap dan sehingga juga bisa menjadi pahlawan-pahlawan kehidupan masa kini.