Pendidikan

Ingin Lindungi Guru, Gani Djemat dan Patners Bangun Kerjasama Dengan PGRI

38
×

Ingin Lindungi Guru, Gani Djemat dan Patners Bangun Kerjasama Dengan PGRI

Sebarkan artikel ini
IMG20160818133023 e1471558509178
Hamphrey

Reporter: Hurry Rauf

Jakarta, 18/08/2016 (suaraindonesia-news.com) – Gani Djemat dan Patners menggadeng Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Hal tersebut dikatakan pimpinan Gani Djemat dan Patners, Humphrey Djemat dalam perayaan lembaganya yang ke-44, di Jakarta,  Kamis (18/8/2016).

Menurut Hamphrey,  maraknya kriminalisasi terhadap guru-guru di negeri ini, yang terbaru adalah kejadian guru di pukul orang tua murid di Makasar beberala wakti lalu.

“Gani Djemat & Partners memandang persoalan yang kerap terjadi terhadap guru bukan hal yang biasa,” ujarnya.

Menurut Hamphrey,  lembaga yang dipimpinnya ini siap memberikan bantuan hukum dan konsultasi hukum bagi para guru seluruh Indonesia. Menurutnya, lembanya sudah berkomunikasi dengan PGRI.

“Dan ide itu datang dari mereka, kita sangat menyambut baik kepercayaan ini. Kejadian ini sudah sering terjadi terhadap guru-guru. Sudah kewajiban kita mendampingi mereka dari sisi hukum ,” jelasnya.

Menurutnya, Kasus pemukulan guru di Makasar membukakan mata kita, kalau guru sangat rentan dengan kekerasan dan kriminalisasi. Padahal guru adalah bagian penting dalam menciptakan generasi bangsa yang tangguh, sopan, dan tidak cengeng.

Dengan realisasi kerjasama ini, kata Humphrey bisa jadi contoh bagi kantor hukum lainnya. Dia berujar bahwa lembaganya sudah memberikan bantuan hukum sudah sering dilakukan.

Bahkan,  tambah Humphrey,  sejak tahun 2006 kantor Gani Djemat & Partners telah bekerjasama dengan Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum Kepala Sekolah Indonesia yang diketuai oleh ibu Dr. Triana Dewi Seroja,SH, M.Hum.Tugasnya sama, memberikan advokasi bagi guru dan Kepala Sekolah yang terkena masalah hukum secara cuma-cuma di daerah-daerah.

“Mengingat perlindungan hukum terhadap guru ini sangat penting, maka nanti kami akan segera membentuk Tim Kerja Khusus dan kami akan tunjuk Ibu Triana sebagai leadernya karena beliau sangat berpengalaman dalam hal ini,” katanya.