Reporter : Jar/Im
Sumenep, 12/8/2016 (Suaraindonesia-news.com) – Aksi ratusan pedagang kaki lima (PKL) kembali ke area taman bunga sempat terjadi aksi saling dorong dengan Satpol PP Sumenep, Madura, Jawa Timur. Kericuhan tersebut dipicu saat petugas Satpol PP berusaha memindah rombong milik para PKL yang berada di sebelah timur area taman bunga tepatnya di depan kantor dinas PU Binamarga setempat.
Melihat salah satu rombong milik temannya dipindah, sontak saja para PKL lainnya melakukan perlawanan dengan cara menghadang petugas Satpol PP dan menghentikan niatnya untuh memindah rombong mereka supaya tidak memancing amarah mereka dan terjadi sikap anarkis.
Karena permintaan mereka merasa tidak didengarkan, akhirnya merekapun melakukan perlawan dengan aksi saling dorong, hingga para PKL yang semula rapi menjadi kalang kabut tak teratur seperti semula.
“Kami selaku rakyat kecil yang ingin mencari nafkah untuk menghidupi keluarga kami, jangan selalu di ombang ambing oleh pemerintah,” terang cak dul selaku ketua paguyuban PKL.
Tidak hanya itu, menurutnya, para PKL akan tetap bertahan di area taman bunga sampai ada titik terang maupun solusi dari pemerintah.
Sementara Ach. Farid Azziyadi, Aktivis Peduli PKL taman bunga meminta, pemerintah daerah memberikan kesempatan kepada PKL untuk mencari rezeki di areal taman bunga.
“Coba beri kesempatan kepada PKL untuk berjualan di seputaran taman bunga, kami pasti akan tertib dan tidak akan merugikan orang lain,” ujar mantan Aktivis PMII Pamekasan ini.
Farid menambahkan, bahwa sudah sempat dilakukan mediasi dengan tim relokasi namun tidak membuahkan hasil sehingga menurut Farid pihaknya merasa kecewa.
“Sesuai hasil mediasi barusan, Tim relokasi ternyata tidak mampu memberikan solusi. Mereka masih akan mengkomonikasikan keinginan kami pada Bupati dan Wabup. Tapi tak palah, kami akan tetap bertahan di sini, sambil menunggu Bupati dan Wabup menemui kami,” pungkas Farid, Ketua LSM GAKI Sumenep yang sejak awal mengawal permasalahan PKL tersebut.
Pantauan dilokasi, pukul 20.17, ratusan PKL itu masih bertahan di sebelah timur taman bunga (TB) atau taman adipura Sumenep, dan dalam pengawasan ketat dari petugas gabungan, yaitu Satpol PP, anggota Polres dan anggota Kodim Sumenep.












