Reporter : Nazli MD
Blangpidie-Abdya, suaraindonesia-news.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Aceh Barat Abdya (Abdya) mulai mengkampanyekan eliminasi kusta dan eradikasi frambusia melalui kegiatan sosialisasi dan orientasi advokasi serta intensifikasi penemuan kasus kusta dan frambusia.
Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Gedung PKK Komplek Terminal Blangpidie tersebut dibuka langsung oleh Asisten Pemerintahan Setdakab Abdya, Drs M Hanafiah Ak,SH,MM dengan menghadirkan narassumber dari Subdit Kusta Kemenkes RI dr F Jeanne Uktol Seja Mkes serta dihadiri kepala-kepala Puskesmas dan ppara Camat serta SKPK lainnya.
Dalam laporannyam Kadinkes Abdya, Anwar Daud SH menyebutkan, kegiatan sosialisasi penyakit kusta dan frambusia itu direncanakan dilaksanakan selama dua hari, mulai Rabu (20/4) sampai tanggal 21 April mendatang.
”Sumber anggaran sepenuhnya di tanggung oleh APBN DIPA Satker Direktorat P2ML tahun 2016,”sebutnya.
Lebih lanjut Anwar menyebutkan, tujuan dilakukan sosialisasi itu untuk dapat memberikan arah serta stretegi pengendalian kusta dalam rangka eliminasi kusta di Kabupaten Abdya dengan melibatkan seluruh lintas sektoral.
”Peserta dalam keiatan ini merupakan unsur Kemenkes, Pemerintah Aceh, lintas sektoral Kabupaten, para camat, pengendalian kusta Dinkes, lintas program Dinkes, kepala unit pelayanan kesehatan serta dokter dan petugas kusta, Frambusia puskesmas kecamatan,”sebutnya.
Dalam kesempatan yang sama, Subdit kusta Kemenkes RI dr F Jeanne Uktol Seja menyebutkan, penyakit kusta dan frambusia bukanlah penyakit yang di faktori keturunan, kutukan dan guna-guna, tetapi disebabkan oleh kuman kusta (Mycobacterium Leprae).
”Kuman ini berkembang biak berawal dengan pola hidup yang tidak sehat, dan juga penyakit ini penularannya dalam nyangka waktu panjang dan menahun,”paparnya.
Dijelaskan, gejala awal dari penyakit kusta ditandai kelainan pada kulit berupa bercak putih panu dan kemerahan yang kurang rasa ataupun mati rasa yang tidak di tumbuhi bulu-bulu kecil pada kulit tidak gatal.
”Sakit gejala ini berlanjut ketingkat tinggi jika tidak segera di cegah dan konsoltasi ke puskesmas terdekat dengan ancaman Absorbsi dan putus-putus pada bagian tubuh,”sebut Jeanne singkat.
Sementara itu, Asisten Pemerintahan Setdakab Abdya, Drs M Hanafiah Ak,SH,MM dalam sambutan pembukaanya mengakui, dengan diadakannya advokasi dan sosialisasi tentang pengenalan penyakit kusta dan frambusi ini di harapkan kepada instansi kesehatan lebih meningkatkan promosi kesehatan kepada masyarakat.
“Kegiatan ini sebagai langkah pencegahan terhadap penyakit yang menyerang kesehatan kita, ini harus mampu diimplementasikan dikehidupan masyarakat kita,”harap Hanafiah singkat.












