Peristiwa

Haul Gus Dur, Cak Imin: Semoga Pemikiran Gus Dur Menjelma Kepada Pemimpin Saat Ini

72
×

Haul Gus Dur, Cak Imin: Semoga Pemikiran Gus Dur Menjelma Kepada Pemimpin Saat Ini

Sebarkan artikel ini
Muhaimin Iskandar
Muhaimin Iskandar

Reporter : Hasan

Jakarta, Suara Indonesia-News.Com – KH. Abdurrahman Wahid atau biasa disebut Gus Dur adalah guru bangsa yang juga pernah menjadi presiden Republik Indonesia Ke-4 ini selain punya pemikiran progresif juga dicintai tidak hanya oleh kalangan umat Islam namun semua kalangan, selain itu juga dicintai oleh bangsa di Dunia.

Gus Dur sebagai manusia juga tidak luput dari rasa tidak disukai, bahkan dari kalangannya sendiri, baik dari partai yang dibuatnya (PKB) maupun dari kalangan Nahdlatul Ulama (NU), tapi itu bukan atas dasar kesalahan Gus Dur tetapi karena ketidak tahuan mereka atas langkah dan pemikirannya Gus Dur yang terlalu maju yang kadang bagi orang lain dianggap nyeleneh serta unik.

Oleh karenanya orang banyak yang baru sadar dan paham apa yang menjadi dasar pemikirannya ketika beliau (Gus Dur) sudah wafat di tahun 2009 lalu. Dan oleh bangsa Indonesia selalu dikenang dan di abadikan termasuk dikemas dalam acara Haul Gus Dur, seperti yang dilakukan oleh Partai Kebangkitan Bangsa PKB dikantor pusatnya di Jakarta, kemarin (22/12/2015).

Dalam acara ini di hadiri oleh tokoh lintas Agama, lintas partai dan para seniman. Dalam acara ini ketua umum PKB (Muhaimin Iskandar) atau biasa dipanggil Cak Imin ini mengharapkan agar Ruh pemikiran Gus Dur menjelma pada pemimpin yang sekarang, sehingga bisa meniru langkah-langkah beliau, seperti yang dikutip dalam akun twitternya @cakiminpkb.

“Semoga Ruh pemikiran Gus Dur menjelama pada pemimpin yang sekarang ini”harap Cak Imin.

Dalam acara Haul Gus Dur yang Ke-6 ini juga hadir Luhut Binsyar Panjaitan yang juga sebagai salah satu Menteri di Kabinet Kerja pemerintahan Jokowi-JK. Beliau menyampaikan bahwa dirinya selalu mengenang seorang Gus Dur yang selalu berjasa pada Bangsa Indonesia umumnya dan pada dirinya sendiri, yang pernah mengangkat dirinya dari posisi yang termajinalkan.

“Beliau ini banyak jasanya, khusunya bagi saya pribadi ini, beliau mengangkat saya dari posisi termajinalkan”ujarnya.

Oleh sebab itu kiranya tidaklah berlebihan ketika Bangsa Indonesia selalu mengingat seorang Gus Dur, sehingga bisa tertular oleh pemekirannya yang progresif dan moderen ini. Langkah dan gagasan beliau selalu di dasari kecintaan dan kepedulian terhadap Bangsa Indonesia.