Kota Batu, Suara Indonesia-News.Com – Tabrakan beruntun antara dua bus Puspa Indah Jurusan Malang – Jombang dan satu bus Bagong jurusan Malang-Tuban terjadi di jalan raya Desa Pait, Kecamatan, Kasembon Kabupaten Malang, Jumat (4/12/2015) itu diduga akibat sopir bus kejar-kejaran mencari penumpang
Namun beruntung dalam peristiwa itu seluruh penumpang kondisi selamat. Meski demikian akibat kecelakan itu body bus Puspa Indah kaca depan dan belakang pecah sedang bus Bagong pecah dan mengalami kerusakan pada body
Tabrakan beruntun itu diduga dipicu dari persaingan usaha antar sopir yang mencari penumpang dengan tujuan Malang-Tuban..
Suharto, Sopir bus Bagong Nopol N 7397 UD, menjelaskan, sejak keluar dari terminal Batu. Laju busnya terus dikutit tiga bus Puspa Indah. Puncaknya saat berada ditikungan Jalan Raya Desa Pait. Tiba-tiba bus Puspa Indah Nopol N 7520 UA berhenti mendadak ditengah jalan sambil menurunkan penumpang.
“Karena mendadak, saya langsung rem dan berusaha menghindari bus didepan saya. namun dari belakang ada bus Puspa Indah Nopol N 7556 UA menabrak bodi bus yang saya sopiri itu ,” ujar Suharto.
Menurut Suharto, kaca spion bus yang disopiri menabrak kaca belakang bus Puspa Indah Nopol N 7520 UA. Lalu kaca depan bus Puspa Indah Nopol N 7556 UA juga pecah karena menabrak body belakang bus Bagong.
“Kita sama-sama cari makan dijalan. Kami juga tidak ingin ada permusuhan antara bus Puspa Indah dan bus Bagong. Masalah ini saya serahkan ke Polres Batu,” jelas dia.
Humas PO Puspa Indah, Trisno saat dikonfirmasi menyatakan, belum mengerti cerita detail tentang kecelakaan yang terjadi antara bus Puspa Indah dan bus Bagong di Desa Pait, Kecamatan Kasembon.
“Tadi saya hanya dapat kabar dari sopir lewat telepon. Kemungkinan Senin siang saya akan ke Polres Batu untuk menyelesaikan masalah ini,” sebut Trisno.
AKP Waloyo, Kasubag Humas Polres Batu, menyatakan, tabrakan beruntun antara bus Puspa Indah dan bus Bagong sedang ditangani Satlantas Polres Batu. Polisi hingga sekarang masih meminta keterangan saksi. Sebelum diputuskan siapa yang bersalah. (Adi Wiyono).












