Pendidikan

Elly Fardasah. Drg: Dari 14.000 KK 7000 Masih BAB Sembarangan

42
×

Elly Fardasah. Drg: Dari 14.000 KK 7000 Masih BAB Sembarangan

Sebarkan artikel ini
IMG 20151130 225406 1
Kepala UPT Puskesmas Dungkek Elly Fardasah.Drg

Sumenep, Suara Indonesia-News.Com – Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kecamatan Dungkek, Sumenep, Madura, Jawa  Timur adakan Kesja sama dengan BPRS BAB Sembarangan. Rabu (2/11/2015).

Kepala UPT Puskesmas Dungkek Elly Fardasah. Drg. Saat di temui di Dinas kesehatan Sumenep mengatakan, Untuk Kecamatan Dungkek dari 14.000 KK (kartu keluarga) baru 7000 masih menggunakan buang air besar sembarangan (BAB).

“Sedangkan jambanya ada dua bisa dengan leher rangsa maupun yang cemplung,”tetapi sebagian besar 80% masih menggunakan yang cemplung”.Imbuhnya.

Menurut Elly, masyarakat sudah tau tentang tidak buang air besar (BAB) sembarangan, Cuma menurutnya seperti kita tau WC cemplung sebenarnya kurang layak sebagai jamban.

“Untuk itu kita memberikan ke pada masyarakat pengetahuan tentang bahaya buang air besar sembarangan, kalau bisa menggunakan jamban yang sehat yaitu yang leher angsa,”ujarnya.

Ia menambahkan, Sedangkan puskesmas sendiri melakukan pemicuan di lima belas Desa, jadi kami mengumpulkan beberapa orang  yang mempunyai jamban dengan yang tidak mempunyai jamban untuk di ajak diskusi.

Diharapkan, bagi yang sudah memiliki jamban bisa memberikan info atau mempengaruhi orang-orang membuat jamban.

“Inovasi dari puskesmas Dungkek adalah kerjasama dengan Bank BPRS bagi yang tidak mempunyai jamban bisa memiliki dengan dana dana di atas satu juta, jadi kita bisa kerjasama dengan BPRS untuk kredit yang lunak,”jelas Elly.

Lebih lanjut Elly menjelaskan, efek dari buang air besar sembarangan,  yaitu penyakit diare sedangkan diare salah satu penyebab bagi anak-anak balita adalah kematian.

Elly berharap dengan kesadaran masyarakat tidak buang air besar sembarangan agar kesehatan masyarakat semakin meningkat. tukasnya.(liq).