Peristiwa

Beberapa Tokoh Sedulur Sikep Turut Bicara Dengan Hadirnya Pabrik Semen Diwilayah Kendeng

55
×

Beberapa Tokoh Sedulur Sikep Turut Bicara Dengan Hadirnya Pabrik Semen Diwilayah Kendeng

Sebarkan artikel ini
IMG 4477
Mbah Sudoyo didampingi petua Sedulur Sikep lainnya

Pati, Suara Indonesia-News.Com – Para petua masyarakat adat Sedulur Sikep menyatakan tidak memiliki masalah atas rencana pembangunan Pabrik Semen di Pati selatan. tokoh Sedulur sikep, Mbah Sudoyo menyatakan sesuai akidah atau kepercayaan warganya, tidak pada tempatnya mereka mengomentari rencana pembangunan pabrik semen tersebut.

“Kami mempercayai nilai hidup yang menolak perasaan yang dengki, hasut dan sirik kepada keinginan orang lain yang tidak mengganggu kepentingan Sedulur Sikep,”kata Mbah Sudoyo yang didampingi belasan petua Sedulur Sikep lainnya.

Pemerintah dan elemen investasi untuk mensejahterakan masyarakat seyogyanya tidak direspon dengan gerakan pecah belah sesama pihak.

Seperti diketahui, rencana pembangunan pabrik semen di Pati ini dituding sekelompok warga kontra akan menghabiskan sumber air tanah kawasan pegunungan Kendeng. Namun Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Kabupaten Pati telah memastikan bahwa rencana pembangunan pabrik semen di Pati berkomitmen melestarikan ekosistem air dalam tanah, sesuai Amdal.

“Pabrik semen Pati dipastikan mesti menjaga kondisi air bawah tanah. Pihak investor akan fokus pada pengolahan air permukaan dan hujan,” jelas Achmad Gunawan Kabid Geologi Mineral dan Batubara Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah, Kamis (12/11) lalu di Semarang.

Sementara Pihak pemrakarsa pembangunan pabrik semen sendiri menyampaikan komitmennya untuk menjalankan seluruh kewajiban sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Selain kewajiban memanfaatkan air secara terukur, PT SMS mengatakan Amdal dan peraturan lainnya mengharuskan PT SMS memelihara dan menjaga sumber daya alam yang harus dilindungi. SDA tersebut meliputi irigasi, situs, sumber air dan flora fauna yang ada di kawasan pabrik.

Pengambilan air akan terkontrol secara ketat akibat adanya pemasangan alat pengukur (water meter) dan pengawasan oleh dinas terkait. Pabrik Semen Pati akan membangun banyak kolam air (embung) di areal tambang dan pabrik untuk menampung air hujan. Selain itu upaya PT SMS memanfaatkan kelebihan air di Sungai Juwana akan mengurangi potensi banjir dari Sungai Juwana.

Di saat ketinggian air telah melampaui 1 meter di atas ketinggian normal sungai, kelebihan air tersebut akan ditampung oleh PT SMS. Upaya tersebut dilakukan bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan air bagi operasi pabrik yang mencapai sekitar 2,1 juta meter kubik, namun juga untuk kebutuhan air masyarakat sekitarnya (ip)