SUMENEP, Suara Indonesia-News.Com – Masrus Abadi Kepala Sekolah Dasar Negri (SDN) Pangarangan III Sumenep, Madura, Jawa Timur, ahirnya tepaksa harus berurusan dengan Dinas Pendidikan setempat.
Pasalnya, Masrur Abadi di kabarkan mengganggu istri orang dengan inisial E, yang masih tidak jauh dari SDN III tempat Dinas Masrur Abadi, atas kabar tidak sedap tersebut ahirnya Masrur panggilan akrab Masrur Abadi, dilaporkan orang tua E, perempuan yang di kabarkan sedang di dekati Masrur ke Dinas Pendidikan setempat dengan tuduhan mengganggu istri orang.
Sementara H. MA. Hidayat Kepala Bidang (Kabid) Ketenagaan Dinas Pendidikan Sumenep saat ditemui diruang kerjanya Senin, (19/10/2015) membenarkan adanya laporan tersebut.
“Ia benar laporan dari orang tua perempuan sudah masuk kedinas,”Kata H. MA. Hidayat Kepala Bidang (Kabid) Ketenagaan Dinas Pendidikan Sumenep.

Menurut, H. Dayat panggilan akrab H. MA. Hidayat, pihaknya sudah melakukan pemanggilan yang bersangkutan (Masrur Abadi, red).
“Sudah dilakukan upaya pemanggilan dan surat sudah dibuat, sesuai dengan laporan orang tua perempuan,”ujar H. Dayat.
Diakui H. Dayat, bahwa permasalahannya belum ada bukti, tapi yang bersangkutan (Masrur Abadi,red) sudah membuat surat pernyataan bahwa tuduhan itu tdk benar dan di dalam pernyataan tersebut juga yang bersangkutan berjanji tidak akan mengulangi lagi perbuatannya sesuai permintaan pelapor, jelas H. Dayat.
H.Dayat menambahkan, jika laporan tersebut nantinya terbukti benar, maka pihak Dinas Pendidikan akan segera membuatkan berita acara pemeriksaan (BAP) dan akan segera dikirim kepada Bupati.
“Kalau benar kejadiannya akan di buatkan BAP dan di kirim ke Bupati,”Tegas H. Dayat.
Sementara Kepala Sekolah SDN Pangarangan III Masrur Abadi, saat di temui di ruang kerjanya mengatakan, bahwa permasalahan tersebut sebenarnya bermula dari kasus pemukulan 20 Murid yang lalu.
Selain itu menurut Masrur, permasalahan tersebut juga ada kaitannya dengan prestasi yang diperoleh oleh SDN Pangarangan III yaitu terpilihnya SDN Pangarangan III sebagai SDP (Sekolah Dasar Pembina).
“Jadi sebenarnya karena ada kecemburuan sosial karena sekolah yang kami pegang selalu menperoleh prestasi hingga ada oknum yang tidak senang saya,”kata Masrur Abadi.
Tapi ia mengakui memang kenal degan E sudah 2 tahun yang lalu melaui media sosial (FB,red), ia juga membenarkan sudah menerima surat panggilan dari diknas, Senin (18/10/2015).
“Saya tetap akan bersikap koperatif dan akan menghadiri panggilan tersebut,” ucap Masrur.
Dirinya juga mengakui bahwa ia sudah membuat surat pernyataan, yang berisi tidak benar melakukan dugaan seperti yang didugakan pihak keluarga E, tapi ia juga mengakui bahwa dalam pernyataan tersebut siap tidak mengganggu E lagi, atas permintaan keluarga E.(Zaini/Jr).
Ikuti Liputan Khususnya di Surat Kabar Umum Suara Indonesia












