SUMENEP, Jumat (27/03) suaraindonesia-news.com – Usai libur panjang Hari Raya Idulfitri, manajemen RSUD Moh Anwar Sumenep melakukan langkah cepat untuk memastikan kualitas pelayanan kesehatan tetap terjaga. Salah satu upaya yang dilakukan adalah monitoring langsung ke Poli Terpadu sebagai bagian dari evaluasi dan penguatan layanan pasca cuti bersama.
Direktur RSUD Moh Anwar, dr. Erliyati, turun langsung ke lapangan didampingi Kepala Bidang Pelayanan guna meninjau kondisi riil pelayanan. Kegiatan ini bertujuan memastikan seluruh sistem pelayanan berjalan sesuai standar operasional, terlebih setelah rumah sakit tersebut resmi meningkat status menjadi tipe B.
Dalam peninjauan tersebut, manajemen mengevaluasi berbagai aspek, mulai dari alur pelayanan pasien, kesiapan tenaga medis, hingga fasilitas penunjang di Poli Terpadu. Monitoring ini juga dilakukan untuk mengantisipasi potensi lonjakan pasien yang kerap terjadi setelah libur panjang.
“Monitoring ini kami lakukan untuk memastikan pelayanan tetap berjalan optimal, terutama setelah libur panjang. Kami ingin masyarakat tetap mendapatkan pelayanan terbaik tanpa adanya penurunan kualitas,” ujar dr. Erliyati.
Ia menambahkan, kegiatan monitoring juga menjadi sarana evaluasi bagi manajemen dalam mengidentifikasi kendala di lapangan serta mencari solusi yang cepat dan tepat, sehingga potensi hambatan pelayanan dapat segera diatasi.
Menurutnya, peningkatan mutu layanan merupakan hal yang tidak bisa ditawar. Status sebagai rumah sakit tipe B menuntut RSUD Moh Anwar memberikan pelayanan yang lebih maksimal, profesional, serta tetap mengedepankan pendekatan humanis kepada pasien.
Langkah ini merupakan bagian dari komitmen RSUD Moh Anwar Sumenep dalam menjaga kepercayaan publik terhadap layanan kesehatan daerah. Dengan semangat “Bismillah Melayani”, rumah sakit tersebut terus memperkuat perannya sebagai fasilitas kesehatan rujukan utama di Kabupaten Sumenep.
Ke depan, manajemen berharap peningkatan kualitas layanan dapat berjalan berkelanjutan melalui sinergi antar tenaga kesehatan dalam menghadapi tuntutan pelayanan yang terus berkembang.












