JAKARTA, Sabtu (11/4) suaraindonesia-news.com – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, Pemerintah Kota Balikpapan dan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara resmi menyepakati kerja sama penyelenggaraan Pengolahan Sampah Menjadi Energi (PSEL) untuk wilayah Samarinda Raya dan Balikpapan Raya.
Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) ini disaksikan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH), Hanif Faisol Nurofiq, di Jakarta, Jum’at, (10/4) kemarin.
Sekretaris Otorita IKN, Bimo Adi Nursanthyasto, menegaskan bahwa proyek PSEL ini bukan sekadar pengelolaan sampah biasa, melainkan sebuah lompatan teknologi untuk mengubah masalah lingkungan menjadi sumber energi terbarukan yang bernilai ekonomis bagi masyarakat.
“PSEL ini adalah solusi konkret untuk mempercepat penanganan sampah perkotaan sekaligus menjawab kebutuhan energi berkelanjutan di Kalimantan Timur. Bagi IKN, ini adalah game changer,” ujar Bimo, dalam keterangannya.
Lebih lanjut, Bimo menjelaskan bahwa sistem pengelolaan sampah regional ini akan berdampak langsung pada wilayah delineasi IKN, seperti Muara Jawa, Samboja, dan Samboja Barat. Ia menekankan bahwa kolaborasi lintas daerah adalah kunci utama dalam menciptakan sistem lingkungan yang benar-benar berkelanjutan.
Inisiatif ambisius ini merupakan tindak lanjut langsung dari arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Dalam rapat kerja kabinet di Istana Kepresidenan sebelumnya, Presiden Prabowo menargetkan permasalahan sampah di seluruh Indonesia dapat tuntas dalam kurun waktu dua hingga tiga tahun ke depan melalui program Waste-to-Energy (WtE).
“Dalam waktu dua sampai tiga tahun, sampah seluruh Indonesia akan kita selesaikan. Tidak akan ada kota atau jalan yang bau karena sampah dari Sabang sampai Merauke,” tegas Presiden Prabowo dalam arahannya saat rapat kerja pemerintah anggota Kabinet Merah Putih di Istana Kepresidenan Jakarta, pada Rabu, (08/04).
Dengan ditekennya kerja sama ini, proyek PSEL Samarinda Raya dan Balikpapan Raya diharapkan segera memasuki tahap realisasi. Proyek ini diproyeksikan menjadi tonggak sejarah bagi Indonesia dalam menghadirkan solusi energi bersih sekaligus memperkuat posisi IKN sebagai kota masa depan yang ramah lingkungan dan terintegrasi.












