BeritaNewsPendidikan

Pengamat Pendidikan Ach. Mawardi : Jika Jumlah Siswa Diterima SNBP Bertahan atau Bertambah IPM Sampang Akan Naik

57
×

Pengamat Pendidikan Ach. Mawardi : Jika Jumlah Siswa Diterima SNBP Bertahan atau Bertambah IPM Sampang Akan Naik

Sebarkan artikel ini
IMG 20260409 205427
FOTO : Pengamat pendidikan Sampang Drs Achmad Mawardi, MM.

SAMPANG, Kamis (9/4) suaraindonesia-news.com – Pengamat pendidikan yang juga mantan Ketua Dewan Pendidikan Sampang, Drs. Achmad Mawardi, M.Pd, mengapresiasi Kacabdin Pendidikan Provinsi Jawa Timur diwilayah Kabupaten Sampang, yang sukses meningkatkan prestasi dan mutu pendidikan diwilayah yang ia pimpin.

Sehingga, sebanyak 319 (maaf diberita sebelumnya terketik 311, red) siswa SMA dan SMK Negeri maupun Swasta lulus Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) Tahun 2026, di sejumlah Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Indonesia.

“Jumlah siswa SMA/SMK lulus SNBP sebanyak 319 itu cukup banyak. Dan ini merupakan prestasi luar biasa dan membanggakan bagi daerah,” ungkap Ach. Mawardi yang akrab disapa pak Wawang, pada media ini.

Mawardi yang juga mantan Kabid Pemberdayaan SD dilingkungan Disdik Sampang ini mengatakan, jika jumlah siswa SMA/SMK yang lulus SNBP 2026 ini bertahan atau bertambah pada tahun tahun selanjutnya, maka akan menaikkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sampang, yang saat ini masih rendah.

“Karena IPM adalah indikator komposit untuk mengukur keberhasilan pembangunan suatu daerah yaitu kesehatan, pendidikan dan ekonomi atau bisa juga dikatakan kualitas hidup manusia berdasarkan tiga dimensi dasar ; umur panjang dan hidup sehat, pengetahuan, serta standar hidup layak,” jelasnya.

Walaupun jelasnya, penilaian IPM dimana mereka menuntut pendidikan. Pastilah menambah nilai IPM di Kabupaten/Kota dimana Perguruan Tinggi Negeri (PTN) itu berada. Tapi, ketika mereka selesai dan para sarjana ini bekerja di Kabupaten Sampang, akan kemudian menaikkan IPM.

‘Karena, ia wajib melakukan perubahan status pendidikannya di Dispendukcapil setempat. Sehingga, tercatat di kartu keluarga dan data kependudukan sudah sarjana. Semakin banyak masyarakat Sampang yang sarjana akan meningkatkan IPM Pendidikan Sampang,” tegasnya.

“Disini juga peran Pemerintah Daerah harus hadir pada putera daerah yang menempuh pendidikan di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) diluar Sampang, dengan memberikan beasiswa pendidikan. Sehingga, sarjana yang sudah selesai kuliahnya wajib bekerja di Kabupaten Sampang, tidak bekerja diluar Kabupaten Sampang,” imbuhnya.

Terakhir Ach Mawardi mengatakan, yang terpenting lagi untuk mempertahankan atau menambah siswa yang lulus SNBP, bagaimana sekolah (SMA/SMK) terus berbenah. Para guru terus meningkatkan pembelajaran, sarana belajar dipenuhi oleh Kepsek, misalnya semua mata pelajaran (termasuk PAI/ Pendidikan Agama Islam dan Olah Raga) dalam pembelajarannya wajib berbasis IT.

“Sudah harus ditinggalkan metode mengajar seperti dulu, yang penting materi pelajaran sudah di sampaikan ke siswa. Jaman now para guru yang demikian akan ketinggalan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan