BALIKPAPAN, Jum’at (27/3) suaraindonesia-news.com – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Kalimantan Timur resmi memaparkan hasil evaluasi pelaksanaan Operasi Ketupat Mahakam 2026.
Dalam periode 13 hari pelaksanaan, yakni sejak 13 hingga 25 Maret 2026, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) serta arus lalu lintas di wilayah hukum Polda Kaltim dilaporkan berjalan aman dan lancar.
Direktur Lalu Lintas Polda Kaltim, Kombes Pol Ahmad Yanuar Insan, mengungkapkan bahwa secara umum dinamika di lapangan terkendali, meskipun terdapat sejumlah catatan terkait gangguan keamanan dan kecelakaan lalu lintas.
Selama operasi berlangsung, tercatat total 229 gangguan Kamtibmas. Angka ini didominasi oleh kasus kejahatan sebanyak 205 kejadian, disusul gangguan ketertiban 18 kejadian, bencana alam 4 kejadian, dan pelanggaran hukum lainnya sebanyak 2 kejadian.
Dari 205 kasus kejahatan tersebut, kategori kejahatan konvensional menjadi yang tertinggi dengan 179 kasus.
“Kasus yang paling menonjol dalam kategori konvensional adalah pencurian biasa sebanyak 33 kejadian, penganiayaan 18 kejadian, dan pencurian dengan pemberatan (curat) sebanyak 12 kejadian,” jelas Kombes Pol Ahmad Yanuar Insan, saat menggelar konferensi pers di Aula Ditlantas Polda Kaltim.
Selain itu, terdapat 24 kasus kejahatan transnasional yang didominasi oleh penyalahgunaan narkotika sebanyak 19 kasus, serta 2 kasus kejahatan terhadap kekayaan negara.
Secara kewilayahan, Polresta Samarinda mencatatkan laporan perkara tertinggi dengan 39 kasus, disusul Polresta Balikpapan 35 kasus, dan Polres Penajam Paser Utara (PPU) dengan 20 kasus. Sementara itu, wilayah Mahakam Ulu tercatat paling kondusif dengan hanya 3 perkara.
Di sektor keselamatan jalan raya, tercatat terjadi 30 kecelakaan lalu lintas (lakalantas) di seluruh wilayah Kaltim. Kabupaten Penajam Paser Utara menjadi wilayah dengan angka kecelakaan tertinggi yakni 8 kejadian, diikuti Kutai Barat 5 kejadian, serta Samarinda 4 kejadian.
Peristiwa lakalantas ini mengakibatkan 10 orang meninggal dunia, 27 luka berat, dan 11 luka ringan, dengan total kerugian material diperkirakan mencapai Rp233 juta. Kendaraan yang terlibat didominasi oleh sepeda motor sebanyak 33 unit, mobil pribadi 13 unit, angkutan barang 8 unit, dan bus 2 unit.
Ditlantas Polda Kaltim juga bertindak tegas terhadap pelanggar aturan jalan raya. Sebanyak 854 pelanggar ditindak melalui tilang elektronik (ETLE), sementara 2.936 pengendara lainnya diberikan surat teguran.
Tak hanya penindakan, upaya pencegahan berupa preemtif dan preventif juga dilakukan secara masif. Petugas melaksanakan lebih dari 13.800 kegiatan penyuluhan serta menyebarkan 15.599 stiker edukasi.
Dalam hal pengaturan jalan (Turjawali), tercatat ada 10.001 kegiatan pengaturan lalu lintas dan 7.137 kegiatan patroli guna memastikan kelancaran arus mudik dan balik.
Salah satu poin penting dalam operasi tahun ini adalah meningkatnya volume kendaraan di jalur tol, terutama menuju Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Kami mencatat peningkatan signifikan arus lalu lintas di Tol IKN maupun Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam) pada periode 13-23 Maret 2026,” tambah Insan.
Dari data Ditlantas Polda Kaltim menunjukkan Gerbang Tol IKN 3A-2 menjadi yang tersibuk dengan total lebih dari 45.000 kendaraan yang melintas (masuk dan keluar IKN).
Sementara itu, di Tol Balsam, Gerbang Tol Karang Joang mencatatkan transaksi tertinggi dengan 60.146 kendaraan, disusul pintu Tol Manggar sebanyak 45.817 kendaraan.
Dengan berakhirnya Operasi Ketupat Mahakam 2026 ini, Polda Kaltim tetap mengimbau masyarakat untuk menjaga kewaspadaan di jalan raya dan bersama-sama menjaga kondusivitas lingkungan demi kenyamanan bersama pasca-Lebaran.












