BeritaNewsPemerintahan

Sholat Idulfitri di Kebun Raya Bogor Berlangsung Khidmat, Gema Takbir Iringi Suasana Pagi

×

Sholat Idulfitri di Kebun Raya Bogor Berlangsung Khidmat, Gema Takbir Iringi Suasana Pagi

Sebarkan artikel ini
IMG 20260321 230759
Foto: Wali Kota Bogor, Dedi A Rachim, Sekdakot Bogor Denny Mulyadi usai Salat Idulfitri.

KOTA BOGOR, Sabtu (21/03) suaraindonesia-news.com – Pelaksanaan Salat Idulfitri di kawasan Kebun Raya Bogor berlangsung khidmat dan tertib, diiringi gema takbir yang menggema di berbagai sudut Kota Bogor pada Sabtu pagi.

Di bawah langit cerah, masyarakat bersama jajaran pejabat daerah melaksanakan salat dengan suasana penuh ketenangan dan kekhusyukan.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, hadir bersama keluarga, didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Denny Mulyadi, serta jajaran Pemerintah Kota Bogor. Turut hadir Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya, bersama keluarga dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Dedie Rachim menyampaikan bahwa pelaksanaan Salat Idulfitri di Kota Bogor berjalan dengan kondusif dan lancar.

Salat Idulfitri dipimpin oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bogor, KH. Tb. Muhidin, sebagai imam, sementara khatib disampaikan oleh Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Arif Satria.

Dalam khutbahnya, Arif Satria menyampaikan sejumlah pesan keagamaan yang diharapkan dapat menjadi bekal bagi masyarakat dalam membangun Kota Bogor dengan nilai-nilai Islami.

“Ini menjadi tambahan ilmu dalam suasana Salat Idulfitri yang, mudah-mudahan, menjadi bekal bagi kita dalam membangun Kota Bogor dengan nilai-nilai islami sebagai landasan berpikir untuk kemajuan kota,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan yang melibatkan Pemerintah Kota Bogor, BRIN, dan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI).

“Alhamdulillah semua berjalan lancar. Dan yang lebih penting, ini membangun silaturahmi yang lebih luas antarwarga,” ucapnya.

Dalam khutbah tersebut, Arif Satria turut menyampaikan tujuh nilai wasathiyah Islam sebagai landasan dalam membangun kehidupan bermasyarakat.

“Tujuh nilai ini perlu kita internalisasi, karena kita memiliki tanggung jawab besar untuk membangun Indonesia,” tambahnya.

Usai pelaksanaan salat, warga bersama para pejabat yang hadir melanjutkan kegiatan dengan halal bihalal sebagai bentuk mempererat silaturahmi.

Tinggalkan Balasan