BALIKPAPAN, Kamis (12/3) suaraindonesia-news.com – Kepolisian Daerah Kalimantan Timur (Polda Kaltim) sukses menggelar Operasi Pekat Mahakam 2026 yang berlangsung selama 21 hari, terhitung sejak 18 Februari hingga 10 Maret 2026.
Operasi ini berhasil mengungkap ratusan kasus penyakit masyarakat (pekat) dengan total 303 tersangka di seluruh wilayah hukum Kalimantan Timur.
Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Kaltim, Kombes Pol Jamaluddin Farti, mengungkapkan bahwa operasi ini bertujuan untuk menjaga kondusivitas wilayah, terutama di bulan suci Ramadan hingga hari raya Idulfitri.
“Alhamdulillah, secara keseluruhan Polda Kaltim bersama Polres dan Polresta jajaran telah memenuhi target operasi (TO) yang telah ditentukan,” ujar Kombes Pol Jamaluddin Farti.
Dalam pelaksanaannya, Operasi Pekat Mahakam 2026 menyasar dua kategori utama, yakni tindak pidana umum (kasus muda) dan tindak pidana ringan (tipiring).
Dalam kasus kriminalitas umum tercatat sebanyak 149 kasus berhasil diungkap, yang didominasi oleh aksi pencurian sebanyak 77 kasus, kepemilikan senjata tajam 55 kasus, perjudian 9 kasus, premanisme 5 kasus, dan pemerasan 3 kasus. Dari total TO dan Non-TO, terdapat 180 tersangka dengan total barang bukti 1.085 item.
Dalam kasus tipirang polisi mengungkap 123 kasus yang mayoritas didominasi oleh peredaran minuman keras sebanyak 120 kasus dan juru parkir liar 3 kasus. Sebanyak 125 tersangka diamankan dengan total barang bukti mencapai 4.037 item.
Secara akumulatif, sinergi antara Polda Kaltim dan Polres/Polresta jajaran telah berhasil mengungkap sebanyak 272 kasus dengan total 5.122 item barang bukti.
Jamaluddin Farti mencatat adanya tren peningkatan hasil operasi dibandingkan tahun 2025, baik dari segi jumlah tersangka maupun jumlah perkara yang berhasil diungkap.
“Tahun ini pengungkapan kasus terbanyak berasal dari wilayah Polresta Samarinda dan Polresta Balikpapan,” tambahnya.
Salah satu temuan yang menonjol adalah penyitaan senjata api (senpi) rakitan dari tangan tersangka di wilayah Kutai Kartanegara dan Paser. Pengungkapan ini menjadi perhatian serius untuk mencegah potensi konflik bersenjata di tengah masyarakat.
Ia menyebutkan bahwa sebanyak 307 personel dikerahkan dalam operasi ini sebagai bentuk komitmen Polri dalam memelihara Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas).
Fokus utamanya adalah memastikan masyarakat Kalimantan Timur dapat menjalankan ibadah Ramadan dan merayakan Idulfitri dengan lancar, aman, dan hikmat.
“Kami terus berkomitmen menjaga ketenteraman agar tidak ada aksi premanisme atau kriminalitas yang mengganggu kekhusyukan ibadah masyarakat,” pungkas Jamaluddin.












