DIY, Kamis (12/02) suaraindonesia-news.com – Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (Wamen ATR/Waka BPN), Ossy Dermawan, secara resmi melepas 619 taruna dan taruni Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) untuk mengikuti Kuliah Kerja Nyata Pertanahan dan Praktik Tata Laksana Pertanahan (KKNP-PTLP) Tahun Akademik 2025–2026. Para peserta akan menjalani kegiatan di empat provinsi, yakni D.I. Yogyakarta, Jawa Tengah, Aceh, dan Sumatera Utara.
Dalam sambutannya di Pendopo Sasana Widya Bhumi, STPN, Sleman, Ossy menyampaikan tiga pesan utama yang diminta menjadi pedoman selama pelaksanaan kerja lapangan.
“Izinkan saya menitipkan tiga pesan untuk kalian bawa ke daerah penempatan masing-masing. Pertama, jalani kegiatan ini dengan penuh semangat untuk belajar hal-hal baru. Kedua, jaga integritas dan tanggung jawab. Ketiga, pahami apa yang kalian kerjakan hari ini di daerah masing-masing akan memiliki dampak jangka panjang,” ujarnya.
Ia menilai pengalaman lapangan akan memberikan pembelajaran yang tidak selalu diperoleh di ruang kelas. Menurutnya, proses tersebut juga akan membentuk karakter peserta sebagai calon insan pertanahan melalui cara bekerja, bersikap, serta berinteraksi dengan masyarakat.
Ossy menambahkan, pekerjaan yang dilakukan para taruna akan berdampak langsung bagi masyarakat dalam jangka panjang.
“Pahami bahwa data yang kalian akan perbaharui ataupun proses yang akan kalian jalani akan menjadi bagian dari sistem pertanahan nasional di masa mendatang,” katanya.
Melalui pesan tersebut, ia berharap pelaksanaan KKNP-PTLP dapat menjadi sarana pembelajaran nyata untuk mengasah kompetensi, integritas, serta kepekaan sosial peserta.
“Kiranya kegiatan ini dapat berjalan dengan baik, memberi manfaat bagi masyarakat, pemerintah daerah, serta menjadi pengalaman berharga bagi para peserta,” tuturnya.
Ketua STPN, Sri Yanti Achmad, melaporkan bahwa pelaksanaan KKNP-PTLP Tahun Akademik 2025–2026 akan tersebar di beberapa daerah, dengan rincian 285 taruna di DIY, 304 taruna di Jawa Tengah, serta 30 taruna di Aceh dan Sumatera Utara. Program ini dirancang sebagai bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus memperkuat keterlibatan taruna dalam mendukung agenda strategis pertanahan nasional.
“KKNP-PTLP ini sebagai sarana kontribusi nyata Taruna/i STPN bagi peningkatan kualitas data pertanahan nasional dan sinergi berkelanjutan dari STPN kepada Kementerian ATR/BPN untuk masa depan pertanahan Indonesia. Selain itu, maksudnya juga untuk pembelajaran kontekstual pelayanan pertanahan, integrasi kemampuan produk kognitif, psikomotorik, dan afektif,” ujar Sri Yanti.
Kegiatan pelepasan yang mengusung tema “STPN Berkontribusi Menguatkan Data Tanah Masyarakat” ini turut dihadiri Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi DIY Sepyo Achanto, Direktur Survei dan Pemetaan Tematik Agus Apriawan, Direktur Pengaturan Pendaftaran Tanah dan Ruang, Pejabat Pembuat Akta Tanah dan Mitra Kerja Ana Anida, serta sejumlah kepala kantor pertanahan dan kepala daerah di lokasi penempatan taruna.












