BALIKPAPAN, Kamis (12/2) suaraindonesia-news.com – Meski gelaran Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Balikpapan baru akan berlangsung pada 2029, suhu politik di “Kota Minyak” mendadak menghangat. Sosok H. Abdulloh, yang kini berkiprah di tingkat provinsi sebagai Ketua Komisi III DPRD Kalimantan Timur, terbukti masih memiliki daya tarik politik yang luar biasa bagi partai lain.
Pemandangan menarik tersaji dalam prosesi pengukuhan pengurus DPW PKB Kaltim periode 2026–2031 di Hotel Grand Senyiur, Selasa, (10/2).
Di hadapan para tokoh penting, Ketua DPW PKB Kaltim, Syafruddin, secara terang-terangan melontarkan “undangan terbuka” kepada politisi senior Golkar tersebut jika ingin bertarung di Pilkada Balikpapan mendatang.
“Kalau mau kembali ke Balikpapan, PKB siap mendukung,” cetus Syafruddin dari atas podium yang langsung disambut riuh para undangan.
Sinyal dukungan ini dianggap bukan sekadar basa-basi politik. Kehadiran tokoh-tokoh besar seperti Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo, Sigit Wibowo, hingga Wakil Ketua DPRD Kaltim Yeni Eliviana dari Fraksi PKB dalam acara tersebut semakin mempertegas bahwa posisi Abdulloh diperhitungkan secara strategis dalam peta koalisi masa depan.
Mendapat “karpet merah” dari PKB, Abdulloh justru menunjukkan kelasnya sebagai politisi senior yang tetap membumi. Menanggapi godaan politik tersebut, ia memilih merespons dengan santai dan tetap fokus pada pengabdiannya saat ini di Karang Paci (sebutan DPRD Kaltim).
“Ah, masih jauh. Belum ada wacana,” jawab Abdulloh singkat dengan nada rendah hati saat dikonfirmasi usai acara.
Baginya, mandat rakyat sebagai wakil mereka di level provinsi adalah prioritas utama yang tidak bisa diganggu gugat oleh hiruk-pikuk spekulasi 2029. Ia menegaskan tidak ingin terburu-buru mengambil langkah di saat tugas besar di depan mata belum tuntas.
“Itu masih 2029, belum sampai ke sana. Sudah, jalani saja dulu tugas yang ada sebagai anggota DPRD dan Ketua Komisi III. Jalani tupoksi dulu,” tegasnya.
Meski sang tokoh mencoba meredam spekulasi, pernyataan PKB ini menjadi sinyal kuat bahwa figur Abdulloh masih menjadi salah satu variabel penentu dalam konstelasi kepemimpinan Kota Balikpapan di masa depan. Menarik untuk dinantikan, apakah “Sinyal” PKB ini akan menjadi awal dari poros koalisi baru, atau sekadar dinamika manis di awal tahun 2026.












