BALIKPAPAN, Kamis (5/2) suaraindonesia-news.com – Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Perhubungan (Dishub) terus tancap gas dalam memenuhi kebutuhan penerangan jalan di seluruh sudut kota.
Untuk tahun anggaran 2026, Pemkot menargetkan pemasangan sebanyak 3.000 titik Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJU-TS) dan PJU artistik guna mempercantik estetika kota.
Proses pengadaan lampu jalan tahun ini dipastikan berjalan di atas rel aturan yang ketat. Tidak main-main, Dishub Balikpapan menggandeng Kejaksaan Negeri Balikpapan untuk melakukan pendampingan melekat, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga tahap penilaian akhir.
“Kami pastikan segala bentuk proses sudah melewati pintu-pintu aturan dengan baik. Kami mendapatkan pendampingan langsung dari tim Kejaksaan Negeri Balikpapan untuk menjamin transparansi dan akuntabilitas,” ujar Kepala Dishub Balikpapan, Muhammad Fadli.
Ia mengatakan meski volume pemasangan tetap bertambah, anggaran PJU tahun 2026 mengalami penurunan cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Ia menyebut bahwa untuk anggaran PJU tahun 2026 diproyeksikan berada di angka Rp 50 hingga Rp 60 miliar, turun cukup jauh dibanding tahun 2025 yang sempat menyentuh Rp 124 miliar berkat suntikan Bantuan Keuangan (Bankeu) Provinsi Kaltim. Namun, penurunan anggaran ini tidak menyurutkan nyali Pemkot. Dengan kebijakan efisiensi yang ketat, fokus utama tetap dialokasikan pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
“Tahun lalu anggaran kita besar karena ada Bankeu Rp 124 miliar. Tahun ini kita bergerak di angka Rp 50-60 miliar. Meski ada penurunan nilai dibanding 2025, fokus kita tetap pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat,” jelasnya.
Ia mengungkapkan bahwa Balikpapan masih membutuhkan sekitar 6.000 titik PJU untuk meng-cover seluruh wilayah. Penentuan titik pemasangan PJU ini pun tidak dilakukan oleh Dishub, tetapi berdasarkan hasil kajian wilayah dan tim supervisi.
“Dari kebutuhan 6.000 titik tersebut, sebanyak 3.000 titik akan dikejar penyelesaiannya pada tahun ini. Target kami, bisa selesai pada bulan April atau paling lambat Mei 2026,” pungkasnya.












