Tunjang Pengelolaan Data Pertanahan dan Tata Ruang, Wamen Ossy Paparkan Potensi Pemanfaatan AI - Suara Indonesia
Berita UtamaNasionalNewsPemerintahan

Tunjang Pengelolaan Data Pertanahan dan Tata Ruang, Wamen Ossy Paparkan Potensi Pemanfaatan AI

Avatar of admin
×

Tunjang Pengelolaan Data Pertanahan dan Tata Ruang, Wamen Ossy Paparkan Potensi Pemanfaatan AI

Sebarkan artikel ini
IMG 20260201 223128
Foto: Wamen Ossy Dermawan saat membuka webinar.

JAKARTA, Minggu (01/02) suaraindonesia-news.com – Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (Wamen ATR/Waka BPN), Ossy Dermawan, memaparkan potensi pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam menunjang pengelolaan data pertanahan dan tata ruang di lingkungan Kementerian ATR/BPN.

Hal tersebut disampaikan Wamen Ossy saat membuka webinar bertajuk “Strategi Optimalisasi AI di Kementerian ATR/BPN: Kinerja Lebih Efisien, Aman, dan Bertanggung Jawab” yang diselenggarakan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian ATR/BPN.

Dalam sambutannya, Ossy Dermawan menilai AI memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas layanan dan tata kelola pertanahan. Menurutnya, pemanfaatan teknologi ini dapat mendukung berbagai aspek pekerjaan di kementerian tersebut.

“AI berpotensi membantu kita dalam meningkatkan kualitas pemetaan dan analisis data tata ruang, mendeteksi potensi konflik agraria sejak dini, membantu mitigasi perkara maupun sengketa agraria, memperkuat pengawasan, serta mendukung upaya pemberantasan mafia tanah berbasis data,” ujar Ossy.

Meski demikian, Wamen Ossy menegaskan bahwa penggunaan AI harus berlandaskan pada tiga prinsip utama, yakni efisien, aman, dan bertanggung jawab. Prinsip efisiensi, lanjutnya, menekankan bahwa teknologi harus memberikan manfaat nyata, meningkatkan produktivitas, serta mempercepat pelayanan publik.

“Sementara prinsip aman berarti seluruh sistem AI wajib menjamin keamanan data, perlindungan privasi, serta ketahanan terhadap ancaman siber,” jelasnya.

Adapun prinsip tanggung jawab, menurut Ossy, menjadi aspek yang tidak kalah penting dalam pemanfaatan teknologi AI. Ia menekankan bahwa penerapan AI harus menjunjung tinggi etika, kepatuhan hukum, tata kelola pemerintahan yang baik, serta integritas aparatur sipil negara.

“Kita tidak boleh membiarkan kemajuan teknologi menggeser nilai-nilai dasar pelayanan publik, yaitu keadilan, kepastian hukum, kemanusiaan, dan keberpihakan terhadap kepentingan rakyat,” tegasnya.

Webinar tersebut diikuti sekitar 700 peserta yang merupakan pegawai Kementerian ATR/BPN. Kegiatan ini juga menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang, antara lain AI Skills Director Microsoft Indonesia, Arief Suseno; Co-Founder Binar, Dita Aisyah; serta Data Engineer Maybank, Aldo Lionel Saonard.

Di hadapan para peserta, Wamen Ossy berharap hasil webinar tidak berhenti pada tataran diskusi, melainkan dapat ditindaklanjuti secara konkret melalui program pelatihan berkelanjutan. Program tersebut diharapkan mencakup pengembangan proyek percontohan pemanfaatan AI di unit-unit strategis, sekaligus penyusunan pedoman internal penerapan AI di lingkungan Kementerian ATR/BPN.

“Saya mendorong Kepala BPSDM agar hasil webinar ini ditindaklanjuti menjadi program pelatihan. Dengan demikian, transformasi digital yang telah kita jalankan benar-benar terencana, sistematis, dan berkelanjutan,” pungkas Ossy.

Tinggalkan Balasan