SAMPANG, Jumat (30/1) suaraindonesia-news.com – Karena ruang kelasnya ambruk, siswa kelas 1 SDN Pangelen 1 Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang, terpaksa belajar di halaman sekolah. Tepatnya, di teras ruang kelas dengan cara melantai.
Rupanya, kekhawatiran ruang kelas 1 ambruk sudah diantipasi oleh Kepala Sekolah SDN Pangelen 1 dan Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang, dengan memerintahkan agar ruang kelas 1 tersebut tidak digunakan sebagai tempat kegiatan belajar mengajar (KBM).
“Ternyata benar, saat terjadi angin dan hujan pada malam sekitar bulan Nopember 2025 lalu, ruang kelas 1 itu ambruk. Karena sudah diantisipasi dan terjadi ambruknya malam hari, tidak ada korban jiwa,” jelas Kepsek SDN Pangelen 1 Syaiful Rizal, Jumat (30/1).
Dikatakan, saat ruang kelas 1 sudah membahayakan ia segera membuat laporan dengan di dukung foto fisik melalui Dapodik dan juga laporan secara langsung ke Bagian Sarpas Dinas Pendidikan Sampang. Saat itu, disarankan agar ruangan itu tidak lagi digunakan sebagai tempat kegiatan belajar mengajar. Karena dikhawatirkan ambruk.
“Jadi saya sudah melaporkan dengan didukung foto fisik melalui Dapodik dan laporan langsung ke Dinas Pendidikan Sampang, bulan Nopember 2025 lalu. Semoga di tahun 2026 ini mendapat anggaran rehab untuk ruang kelas 1 yang ambruk,” pungkasnya.
Sementara wali kelas 1 Nur Fitrianingsih pada media ini mengatakan, melihat siswa kelas 1 belajar dihalaman sekolah tepatnya di teras ruangan dengan cara melantai ia sangat sedih dan menangis karena tidak tega.
“Untungnya, atas kebijakan Kepsek meminta pada wali kelas serta siswa kelas 6 bergantian masuk ruang kelasnya untuk belajar. Artinya, jam 7 pagi siswa kelas 1 belajar di ruang kelas 6. Sementara siswa kelas 6 belajar diteras ruang kelas. Setelah jam 9 saat siswa kelas 1 pulang, siswa kelas 6 masuk ruang kelasnya untuk melanjutkan belajar,” ungkapnya.
Untuk itu, Kepala Sekolah SDN Pangelen 1 Syaiful Rizal dan Wali Kelas 1 Nur Fitrianingsih, sangat berharap segera dapat anggaran rehab untuk ruang kelas 1 yang ambruk. Agar tidak mengganggu proses kegiatan belajar mengajar (KBM) siswa kelas 6 yang ruangannya dipakai secara bergantian dengan siswa kelas 1.












