ABDYA, Senin (26/1) suaraindonesia-news.com – Ratusan warga bersama kelompok tani di Kecamatan Babahrot, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), menggelar kegiatan syukuran dan santunan anak yatim sebagai bentuk rasa syukur atas kemenangan Pemerintah Kabupaten Abdya dalam sengketa Hak Guna Usaha (HGU) perkebunan kelapa sawit melawan PT Cemerlang Abadi (PT CA) di Mahkamah Agung (MA).
Pantauan awak media, kegiatan yang digelar di kawasan eks HGU tersebut berlangsung dengan tertib, damai, dan khidmat. Acara diisi dengan doa bersama serta penyerahan santunan kepada anak-anak yatim yang berada di wilayah Kecamatan Babahrot.
Masyarakat menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan dimaksudkan untuk memprovokasi pihak mana pun, melainkan sebagai wujud penghormatan terhadap supremasi hukum dan lembaga peradilan, sekaligus cerminan perjuangan yang ditempuh secara bermartabat dan konstitusional.
Perwakilan masyarakat Babahrot, Darwis IL, menyampaikan bahwa syukuran dan santunan anak yatim ini merupakan bentuk rasa syukur sekaligus harapan agar negara segera hadir menindaklanjuti putusan pengadilan.
“Kami bersyukur atas kemenangan hukum ini. Kami berharap Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya segera mengeksekusi putusan Mahkamah Agung dan mengamankan lahan eks HGU agar dapat ditata serta dimanfaatkan untuk kepentingan rakyat,” ujar Darwis IL, Senin (26/1/2026), didampingi Penasihat Seuneubok Zainal dan Ketua Kelompok Tani Ridwan.
Ia juga menegaskan bahwa apabila terdapat pengajuan Peninjauan Kembali (PK) oleh PT CA, hal tersebut tidak menangguhkan pelaksanaan putusan Mahkamah Agung dan tidak dapat dijadikan dasar untuk tetap menguasai atau mengelola lahan eks HGU.
Lebih lanjut, warga Babahrot menyampaikan sejumlah harapan kepada pemerintah dan aparat penegak hukum, di antaranya agar Pemerintah Kabupaten Abdya segera melakukan eksekusi putusan Mahkamah Agung, aparat penegak hukum melakukan pengamanan aset negara di lahan eks HGU, serta penataan lahan dilakukan secara adil, transparan, dan berpihak pada kepentingan masyarakat setempat.
Kegiatan syukuran dan santunan anak yatim tersebut menjadi simbol bahwa masyarakat Babahrot memilih jalur damai, sosial, dan konstitusional dalam memperjuangkan keadilan agraria di wilayahnya.












