BLORA, Minggu (4/1) suaraindonesia-news.com – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Blora pada Sabtu (3/1/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk meninjau efektivitas program digitalisasi pembelajaran, khususnya pemanfaatan bantuan perangkat Interactive Flat Panel (IFP) atau papan interaktif digital di sejumlah sekolah.
Peninjauan ini bertujuan memastikan bahwa bantuan perangkat teknologi pendidikan dari pemerintah pusat dapat dimanfaatkan secara optimal dalam proses belajar mengajar. Dalam kesempatan tersebut, Wamendikdasmen menegaskan bahwa program digitalisasi pembelajaran menyasar sekolah negeri maupun swasta secara merata tanpa adanya perlakuan berbeda.
“Kami ingin memastikan perangkat ini benar-benar dimanfaatkan di dalam kelas. Ke depan, bantuan papan interaktif digital akan terus kami tambah agar jumlahnya memadai dan mampu mendukung kebutuhan pembelajaran,” ujar Fajar Riza Ul Haq saat berdialog dengan guru dan siswa di Blora.
Ia menambahkan, pemanfaatan teknologi digital di sekolah diharapkan mampu menciptakan suasana pembelajaran yang lebih interaktif dan menarik, sehingga dapat meningkatkan kualitas pemahaman peserta didik terhadap materi pelajaran.
Sementara itu, Wakil Bupati Blora, Hj. Sri Setyorini, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kementerian Pendidikan serta Presiden Prabowo Subianto atas perhatian yang diberikan terhadap peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Blora.
“Alhamdulillah, sarana pembelajaran yang dibutuhkan sekolah-sekolah di Blora sudah terealisasi. Saat ini, perangkat tersebut telah digunakan secara aktif oleh para guru dalam kegiatan belajar mengajar,” ujar Wakil Bupati yang akrab disapa Budhe Rini.
Selain menyampaikan apresiasi, Budhe Rini juga memanfaatkan momentum kunjungan tersebut untuk menyampaikan permohonan bantuan renovasi bangunan bagi sejumlah sekolah swasta yang mengalami kerusakan fisik, di antaranya SD Katolik dan SMP Kristen yang berada di wilayah Kabupaten Blora.
Dampak positif dari penerapan teknologi digital dalam pembelajaran turut dirasakan oleh pihak sekolah. Kepala Sekolah SD Katolik Krida Dharma Blora, Sr. Imaculata Rahayu Widoningsih, menyampaikan bahwa penggunaan papan interaktif digital membawa perubahan signifikan terhadap suasana kelas.
“Dengan papan interaktif ini, siswa menjadi lebih fokus, antusias, dan aktif karena dapat berinteraksi langsung dengan materi pembelajaran di layar. Guru juga lebih mudah menyajikan materi berupa video, animasi, hingga e-book, sehingga dapat mengakomodasi berbagai gaya belajar siswa,” jelasnya.
Melalui penguatan literasi dan pemanfaatan teknologi digital di lingkungan sekolah, pemerintah daerah berharap kualitas pendidikan di Kabupaten Blora dapat terus meningkat. Program ini diharapkan mampu mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga adaptif dan siap menghadapi perkembangan teknologi di tingkat global.
Reporter: Nurul
Editor: Amin
Publisher: Eka Putri












