Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Berita UtamaHukum

PTPN IV Regional Cot Girek Aceh Utara Diduga Arogan, Picu Protes Keras Warga

Avatar of admin
×

PTPN IV Regional Cot Girek Aceh Utara Diduga Arogan, Picu Protes Keras Warga

Sebarkan artikel ini
IMG 20250806 202007
Foto : Beberapa perwakilan warga lingkup HGU PTPN IV Regional Cot Girek, saat menyampaikan keberatan atas sikap arogan perusahaan.

ACEH UTARA, Rabu (06/08) suaraindonesia-news.com – Sejumlah warga dari Desa Kampung Tempel dan beberapa Desa lainnya, Kecamatan Cot Girek, Kabupaten Aceh Utara, menyampaikan keberatan atas tindakan pemeriksaan kendaraan pengangkut hasil panen sawit yang dilakukan oleh petugas keamanan di Pos Penjagaan Buket Selamat, yang berada di sekitar kawasan operasional PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV Regional Cot Girek.

Warga menilai pemeriksaan tersebut menimbulkan keresahan dan merasa diperlakukan seolah-olah melakukan tindakan yang mencurigakan. Mereka mendatangi kantor PTPN IV pada Rabu (6/8) untuk menyampaikan langsung aspirasi dan mempertanyakan dasar dari tindakan tersebut.

Dalam pertemuan yang dihadiri Asisten Personalia Umum (APU) PTPN IV Syahrial dan Danton Satpam, warga melalui perwakilannya, Duwijo atau yang akrab disapa Pak Wi, menyatakan keberatan atas adanya pemeriksaan barang yang diangkut warga dari kebun milik pribadi.

Baca Juga :  Bupati Deli Serdang Resmikan Aula SMPN 4 Tanjung Morawa

Menurutnya, jalan yang dilalui merupakan jalan umum milik Pemerintah Daerah, sehingga warga keberatan apabila diberhentikan dan dimintai keterangan terkait hasil panen yang mereka bawa.

“Kami mendengar bahwa setiap hasil panen sawit yang melintas harus diperiksa, bahkan ditanyakan asal-usul dan jumlahnya. Ini sangat meresahkan warga,” ujar Duwijo.

Duwijo juga menambahkan bahwa tindakan tersebut dapat menimbulkan kesan tidak menyenangkan dan seolah-olah warga dicurigai tanpa dasar hukum yang jelas.

Menanggapi hal tersebut, APU PTPN IV, Syahrial, menyatakan bahwa tidak ada perintah langsung dari pihak manajemen untuk menghentikan atau memeriksa kendaraan milik warga. Ia menjelaskan bahwa pihaknya hanya menginstruksikan untuk melakukan pemantauan atau monitoring terhadap aktivitas lalu lintas di area sekitar perkebunan.

“Kami tidak pernah menyuruh melakukan pemeriksaan atau penyetopan. Ini mungkin kesalahpahaman di lapangan,” kata Syahrial.

Namun, karena warga merasa belum mendapat kejelasan penuh, mereka meminta untuk bertemu langsung dengan pihak manajemen. Setelah bernegosiasi, disepakati bahwa pertemuan lanjutan akan digelar pada Jumat mendatang.

Baca Juga :  Nobar Debat Capres Bersama Tim Pemenangan AMIN di Pamekasan Berlangsung Seru!

Sebelumnya, insiden ini bermula saat beberapa warga mengangkut hasil panen Tandan Buah Segar (TBS) menggunakan kendaraan Colt Diesel pada Senin (3/8), dan dihentikan oleh tiga petugas Satpam di Pos Buket Selamat. Petugas dikabarkan menanyakan asal usul TBS yang dibawa, termasuk jumlah dan kepemilikannya.

Warga berharap agar ke depan tidak ada lagi tindakan yang dinilai merugikan atau menciptakan ketegangan antara perusahaan dan masyarakat, serta meminta klarifikasi tertulis mengenai kebijakan yang berlaku di lapangan.