Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BeritaKesehatanPemerintahan

Dapat Apresiasi BPJS, Bupati Sumenep Dorong Percepatan Digitalisasi Layanan RSUD dr. H. Moh. Anwar

Avatar of admin
×

Dapat Apresiasi BPJS, Bupati Sumenep Dorong Percepatan Digitalisasi Layanan RSUD dr. H. Moh. Anwar

Sebarkan artikel ini
IMG 20250718 054930
Foto: Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo (Tengah Batik Merah) saat memberikan arahan kepada jajaran manajemen RSUD dr. H. Moh. Anwar (RSUDMA) terkait penerapan sistem antrean online Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

SUMENEP, Jumat (18/07) suaraindonesia-news.com – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menekankan pentingnya percepatan transformasi digital di sektor layanan kesehatan daerah. Hal ini disampaikan saat memberikan arahan kepada jajaran manajemen RSUD dr. H. Moh. Anwar (RSUDMA) terkait penerapan sistem antrean online Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Menurut Bupati, digitalisasi layanan bukan lagi sekadar pilihan, melainkan keharusan dalam memberikan pelayanan publik yang efisien, khususnya di fasilitas kesehatan.

“Kami mendorong RSUD untuk serius dalam mengimplementasikan sistem antrean online agar masyarakat tidak lagi mengalami antrean panjang yang dapat menimbulkan ketidaknyamanan dan risiko kesehatan,” ujarnya.

Bupati juga mengingatkan bahwa penumpukan pasien di ruang tunggu rumah sakit dapat meningkatkan potensi penularan penyakit. Oleh karena itu, sistem antrean digital diharapkan mampu mengatur jadwal kunjungan pasien secara lebih terstruktur.

Baca Juga :  DPRD Sumenep Gelar Rapat Paripurna, Bahas Aspirasi Masyarakat Saat Reses

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Teknologi Informasi BPJS Kesehatan, Edwin Aristiawan, melakukan kunjungan ke RSUD dr. H. Moh. Anwar. Ia menyampaikan bahwa rumah sakit tersebut merupakan salah satu fasilitas rujukan di wilayah Madura yang telah menunjukkan kemajuan dalam digitalisasi layanan JKN.

“Lebih dari 50 persen pasien di RSUD ini sudah memanfaatkan aplikasi Mobile JKN. Ini capaian yang baik, namun perlu terus ditingkatkan,” ungkap Edwin.

Selain antrean digital, BPJS Kesehatan juga menyoroti pentingnya penerapan rekam medis elektronik (EMR) secara terintegrasi sebagai bagian dari sistem pelayanan kesehatan nasional.

“Ke depan, pasien harus dapat mengakses layanan di berbagai fasilitas kesehatan dengan data yang saling terhubung. RSUD Sumenep perlu bersiap untuk itu,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar, dr. Erliyati, menyatakan komitmennya untuk terus meningkatkan layanan berbasis teknologi informasi.

“Kunjungan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berbenah. Kami siap mempercepat transformasi digital dan bersinergi dengan BPJS Kesehatan,” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa penguatan sistem digital di rumah sakit menjadi bagian dari upaya mewujudkan pelayanan kesehatan yang lebih responsif, aman, dan efisien bagi seluruh lapisan masyarakat, baik di wilayah daratan maupun kepulauan.