Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BeritaEkonomiRegional

FK-KUD Berupaya Bangkitkan Kembali KUD di Kabupaten Pati

Avatar of admin
×

FK-KUD Berupaya Bangkitkan Kembali KUD di Kabupaten Pati

Sebarkan artikel ini
IMG 20250711 194318
Foto: Ketua FK-KUD Kabupaten Pati, H. Hardi didampingi Pengurus KUD Rahayu, Totok Mujiarto, selaku inisiator kebangkitan KUD

PATI, Jumat (11/07) suaraindonesia-news.com – Dalam rangka upaya membangkitkan kembali eksistensi Koperasi Unit Desa (KUD) di Kabupaten Pati, Forum Komunikasi KUD menggelar rapat konsolidasi.

Penggagas rapat konsolidasi, Totok Mujiarto menyebut, hal itu sebagai upaya mendapatkan kesamaan persepsi antar pengurus guna membangun masa depan KUD, yang pernah berjaya pada masa lalu.

“Kita ingin membangun kembali keberadaan KUD di Kabupaten Pati agar bisa kembali berjaya sebagaimana pada masa lalu”, kata Totok Mujiarto, Jumat (11/07/25).

Rapat itu sendiri berusaha untuk mendapatkan masukan dari pengurus KUD atas permasalahan yang sedang dihadapi, khususnya dibidang manajemen dan keuangan, termasuk kewajiban pembayaran hutang yang masih dimiliki.

Rapat berlangsung di aula Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Pati, Jumat (10/07), dibuka resmi oleh Kepala Dinas setempat, Siti Subiati. Hadir Kabid Koperasi, Ketua FK-KUD H. Hardi, Ketua Dekopinda Budiyono, serta pengurus 12 KUD dari 23 KUD yang diundang.

Baca Juga :  Penyandang Disabilitas Kembali Tampil Pada Kids Carnival JFC Asia Light 2018

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM, Siti Subiati menyambut baik penyelenggaraan rapat tersebut, guna mendapatkan solusi terbaik atas keberadaan KUD.

“Silakan untuk didiskusikan guna mencari solusi terbaik atas persoalan KUD”, kata Siti Subiati dalam sambutannya.

Sementara itu, Ketua FK-KUD Kabupaten Pati, H Hardi mengungkapkan, KUD di Kabupaten Pati kondisinya saat ini sudah tidak seperti dulu lagi.

“KUD dulu punya banyak sekali kegiatan. Banyak program pemerintah yang digelontorkan kepada KUD. Dulu bisa menangani berbagai unit usaha, antara lain penyaluran Kredit Usaha Tani (KUT), penyaluran pupuk, penyaluran beras dan Tebu Rakyat Intensifikasi (TRI)”, ungkap H. Hardi.

Namun sekarang, menurut ia yang juga menjabat Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pati itu, program pemerintah untuk KUD sudah tidak ada lagi. Disisi lain, kondisinya diperparah masih meninggalkan hutang dari program KUT.

“KUD selaku yang menjalankan program KUT masih harus bertanggung- jawab”, ungkapnya.

H Hardi menyebut, beberapa pandangan dari pengurus KUD yang hadir menghendaki agar koperasi dibangkitkan kembali.

“Untuk itu, kita akan berangkat ke Jakarta guna sowan (menemui) Menteri Koperasi dan Wamenkop menyampaikan keinginan KUD. Termasuk permohonan penghapusan hutang KUT”, ungkapnya.

Pihaknya juga akan ber-silaturahmi kepada Bupati Pati, dalam waktu dekat, guna menyampaikan dukungan atas program bidang pertanian, yakni produksi gabah 10 ton per hektar.