BeritaPemerintahan

BRIDA Sumenep Rampungkan Riset Pendidikan Digital, Soroti Akses dan Infrastruktur sebagai Tantangan Utama

Avatar of admin
×

BRIDA Sumenep Rampungkan Riset Pendidikan Digital, Soroti Akses dan Infrastruktur sebagai Tantangan Utama

Sebarkan artikel ini
IMG 20250623 215358
Foto: Kantor Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Sumenep.

SUMENEP, Senin (23/6) suaraindonesia-news.comBadan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, telah merampungkan riset bertema “Manajemen Lembaga Pendidikan di Era 4.0: Peluang dan Tantangan.” Penelitian ini dilakukan bekerja sama dengan Universitas Al-Amien (UNIA) Prenduan dan selesai pada Desember 2024 lalu.

Hasil studi ini menjadi sorotan penting dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan berbasis digital di Kabupaten Sumenep, terutama dalam konteks tantangan pemerataan akses dan kesiapan infrastruktur di era transformasi digital.

Sekretaris BRIDA Sumenep, Abd. Kahir, menyatakan bahwa secara umum perkembangan pendidikan digital di Sumenep menunjukkan kemajuan, namun masih menghadapi hambatan signifikan, khususnya di wilayah-wilayah terpencil.

“Masalah utama yang kami temukan adalah keterbatasan akses internet dan kurangnya fasilitas pendukung di beberapa daerah. Ini menjadi tantangan besar dalam implementasi pendidikan digital secara merata,” ujar Kahir, Senin (23/6/2025).

Menurutnya, hasil riset tersebut telah diserahkan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep dan instansi terkait sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan pendidikan ke depan.

Salah satu rekomendasi utama riset adalah perlunya percepatan adaptasi lembaga pendidikan terhadap teknologi digital, yang harus ditunjang oleh peningkatan kompetensi tenaga pendidik dan penyediaan infrastruktur penunjang.

“Transformasi digital tidak cukup hanya dengan menyediakan perangkat. Diperlukan juga pelatihan bagi guru dan kebijakan yang responsif terhadap kondisi lokal,” tambahnya.

BRIDA juga mendorong keterlibatan aktif pemerintah desa, pengelola sekolah, dan masyarakat dalam memperluas jangkauan akses digital, khususnya di daerah yang belum terjangkau jaringan internet memadai.

Di sisi lain, riset ini turut menyoroti perlunya pengawasan terhadap aktivitas digital pelajar. Menurut Kahir, penguatan kolaborasi antara sekolah dan orang tua sangat penting untuk membentuk ekosistem digital yang aman dan mendukung proses belajar siswa.

“Kerja sama yang erat antara pendidik dan keluarga sangat dibutuhkan agar anak-anak tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memilah informasi secara bijak,” jelasnya.

Ia berharap hasil riset ini dapat menjadi pijakan strategis bagi pemangku kebijakan dalam memperkuat sistem pendidikan digital di Sumenep dan menjembatani kesenjangan teknologi yang masih dirasakan di berbagai wilayah.