BLORA, Selasa (3/6) suaraindonesia-news.com – Bupati Blora, Dr. H. Arief Rohman, S.IP., M.Si., bersama Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Blora dan Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU), menghadiri kegiatan panen raya padi organik di Desa Sonokidul, Kecamatan Kunduran.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Blora untuk mendorong pengembangan pertanian organik sebagai model pertanian berkelanjutan yang ramah lingkungan.
Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan komitmen untuk memperluas program pertanian organik ke seluruh desa di Blora melalui pelatihan, pembinaan, serta sinergi lintas sektor.
“Saya minta LPPNU menargetkan satu kader petani organik di setiap ranting NU. Nantinya diharapkan terbentuk sekitar 300 kader petani organik. Saya juga mendorong Dinas Pertanian memberikan pelatihan kepada kelompok tani, serta mengajak TNI dan Polri untuk turut mendukung,” ujar Bupati.
Bupati juga menyarankan agar masing-masing desa menyediakan lahan percobaan seluas satu hektar dari tanah kas desa (bengkok), dan meminta dukungan koordinasi dari Dinas PMD.
Untuk memperkuat rantai pasok dan pemasaran hasil pertanian organik, Pemkab Blora telah menjalin komunikasi dengan diaspora Blora dan berbagai mitra potensial. Menurut Bupati, upaya ini akan difokuskan pada standardisasi, sertifikasi, dan pengemasan produk agar memiliki daya saing yang lebih tinggi.
Pemerintah daerah juga membuka peluang kerja sama dengan perguruan tinggi yang memiliki program studi pertanian guna memperkuat aspek riset dan inovasi. Selain itu, sinergi dengan BUMN seperti Pertamina sedang dijajaki untuk mendukung pendampingan petani.
“Kami berharap NU, melalui LPPNU, terus aktif dalam pendampingan. Kami ingin menjadikan Blora sebagai kabupaten organik,” tegas Arief.
Ketua PCNU Kabupaten Blora, Muhammad Fatah, menyatakan kesiapan organisasinya untuk mendukung pengembangan pertanian organik di wilayah Blora.
“PCNU bersama LPPNU dan kelompok tani ‘Kadang Tani Sarwo Tulus’ akan mendukung langkah ini sebagai bentuk ijtihad dalam membangun pertanian yang bermanfaat bagi lingkungan dan masyarakat,” ujarnya.
Salah satu petani organik binaan, Duwi, turut menyampaikan testimoni. Ia menyebutkan bahwa pertanian organik memberikan hasil yang cukup memuaskan dan biaya produksi lebih efisien.
“Dengan menggunakan pupuk organik, saya bisa menekan biaya produksi. Pada musim tanam kedua ini, hasil panen saya mencapai 6,3 ton,” tuturnya.
Kegiatan panen raya ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperluas penerapan sistem pertanian organik di Kabupaten Blora, serta menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam membangun sektor pertanian yang berkelanjutan.













