Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BeritaPeristiwa

Nasib Tragis Bocah Disabilitas Korban Kebakaran Aceh Utara

Avatar of admin
×

Nasib Tragis Bocah Disabilitas Korban Kebakaran Aceh Utara

Sebarkan artikel ini
IMG 20250530 194438
Foto : Kondisi rumah Mansur (44) warga Dusun Teungoh Gampong Alue Bili Rayek Kecamatan Baktiya Kabupaten Aceh Utara pasca musibah kebakaran yang menimpa mereka. Jumat (30/05/2025). 

ACEH UTARA, Jumat (30/05) suaraindonesia-news.com – Memasuki Lorong sempit diantara pekarangan warga sekitar yang terpaut hanya 50 meter dari jalan nasional, tampak sebuah rumah berkontruksi kayu sedang memasang tenda biru. Hal ini menandakan bahwa keluarga tersebut sedang berkabung atas kepergian putra malang mereka Muhammad Ishak (6) disabilitas yang ditinggal sendiri di rumah saat insiden kebakaran terjadi.

Rumah yang terletak di Duson Teungoh, Gampong Alue Bili Rayek Kecamatan Baktiya Kabupaten Aceh Utara merupakan rumah tempat kejadian perkara kebakaran hebat yang terjadi di siang bolong, Kamis (29/05/2025) kemarin.

Disamping rumah tenda biru itu hanya beberapa meter saja terpampang jelas unit rumah bantuan rehab yang dibangun oleh Pemerintah Aceh tahun 2024 lalu itu nyaris rata dengan tanah pasca terbakar, diantaranya juga diapit satu unit rumah bantuan lainnya.

Dikabarkan Mansur (44) korban kebakaran bersama istri Aminah (39) belum lama ini menempati rumah tersebut.

Sedikit menguak kejadian kebakaran yang merenggut nyawa MI, seperti yang dikabarkan sebelumnya, musibah kebakaran melanda satu unit rumah warga Dusun Teungoh Gampong Alue Bili Rayek Kecamatan Baktiya Kabupaten Aceh Utara sekitar pukul 11.20 Wib kamis siang kemarin.

Mansur Bersama istrinya Aminah tidak hanya kehilangan rumah yang ditempatinya selama ini, rumah bantuan itu hanya menyisakan kerangka berwarna hitam akibat dilalap api dahsyat. Namun mirisnya putra mereka yang merupakan anak pertama dari dua bersaudara itu meninggal karena terjebak di dalam sekat kamar rumah, saat kejadian itu terjadi kedua orang tuanya sedang tidak berada di rumah.

Dari keterangan Mansur, ia mengatakan sungguh sangat tidak disangka, dalam hitungan 15 menit saja ia meninggalkan rumah, ia keluar sebenar berniat membeli jajan buat MI, ia meninggalkan Mi seorang diri dengan kondisi pintu rumah ditutup dan sedikit disingkap dari luar.

“Baru saja saya bawanya pergi main, saya lupa beli jajan. Saya masuin dia ke rumah lalu pergi sebentar ke warung untuk membelikannya jajan. Baru saja 15 menit berlalu saya dipanggil tetangga, bahwa rumah kami mengeluarkan asap dan saya bergegas pulang,” kata Mansur dengan raut sedih.

Disaat ia kembali ia menjelaskan, rumahnya telah dikepung asap dan api menyambar besar, disana ia hanya memikirkan putranya yang terjebak di dalam, ia mencoba terobos api seraya mencari keberadaan MI, namun tidak bisa dilakukan karena hawa panah menerjang tubuhnya.

“Tiga kali saya mencoba terobos api sembari memeriksa putra saya, tapi tidak saya dapati. Sangat memanggil-mangil Namanya tidak ketemu saya juga tidak tau keadaan disekitar saya. Hingga akhirnya saya sempat melihat wajah anak saya. Disaat itu pula saya terobos api besar dan menemukan anak saya tertimpa bara api dari kayu atap yang terbakar diantara puing-puing rumah yang berjatuhan,” ungkap Mansur.

Ia tidak percaya, kebahagiaan begitu saja lenyap dari wajahnya, Dimana 15 menit yang lalu ia habis keliling dengan MI menggunakan motornya.

Baca Juga :  Babinsa Koramil 0826-06 Pademawu Dampingi Petani dalam Penyemaian Bibit Padi Jelang Masa Tanam Kedua

Hal yang senada juga disampaikan oleh Aminah ibu korban (MI). ia menerangkan, disaat ia meninggalkan rumah berharap suaminya di rumah dan benar saja ia mengetahui bahwa MI sedang bermain-main dengan ayahnya.

“Saya keluar sebentar untuk membeli sabun, disaat itu yang saya tahu anak saya bersama suami,” terangnya.

Aminah sempat mendapatkan kabar yang agak sedikit mistis, Dimana tetangga rumah yang hanya berjarak beberapa meter saja dengan rumah kebakaran sempat mendengarkan MI cekikikan tertawa dan seperti sedang bercanda dengan seseorang di dalam rumah.

“Adik saya yang juga tetangga mengatakan, detik-detik kebakaran sempat mendengarkan MI tertawa lepas seperti sedang bercengkrama, namun tidak dihiraunya. Karena dia fikir Mi Bersama ayahnya,” terang Aminah.

“Tapi selang beberapa saat saja, ia melihat kepulan asap dari bagian depan rumah. Dia buru-buru keluar mencari dan memanggil kami,” lanjutnya.

Akibat serokan tersebut, warga pun dibuat panik dan menuju tempat kejadian, menggunakan alat seadanya para warga mencoba padamkan kebakaran yang sedang melahap rumah tetangganya itu. Disebutkan, dibawah cuaca yang memiliki suhu panas yang tinggi, hanya dalam hitungan menit rumah tersebut luluh lantak disambar api.

Atas kejadian tersebut, apparat kepolisian Polres Aceh Utara mengkonfirmasikan, bahwa insiden kebakaran itu murni kecelakaan yang disebabkan oleh konsleting Listrik. Dimana pihak rumah menggunakan sumber Listrik orang tuanya yang berdekatan dari rumah kejadian, dari keterangan Mansur sendiri mengungkapkan dirinya belum memasang Listrik karena terdela dana. Sehingga ia menggunakan Listrik orang tuanya dengan ditarik seutas kabel sebagai penghubung aliran Listrik.

Baca Juga :  Diduga Mesum Di Tempat Wudhu, Sepasang Kekasih di Pamekasan Diamankan Polisi

Kabar miris lainnya, Lokasi kejadian merupakan titik Lokasi armada Pemadam Kebakaran yang ditempatkan oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, diantaranya tiga titik penempatan Armada kebakaran di Aceh Utara, yaitu Alue Bili Kecamatan Baktiya ujung timur Aceh Utara, Landeng Lhoksukon pertengahan Aceh Utara dan Krueng Mane ujung barat Aceh Utara.

Sementara, letak armada dengan tempat kejadian diperkirakan hanya 250 meter saja.

“Petugas piket tidak menyangka akan terjadinya insiden ini, jadi mereka keluar untuk mencari makan. Saat kabar itu diketahui para petugas kebakaran langsung kembali ketempat. Namun sesampainya dilokasi, massa malah mencegat dan nyaris mengamuk para petugas dengan alasan telat penanganan. Untuk kita ketahui, kejadian kebakaran itu terjadi secepat kilat, tidak membutuhkan waktu yang lama, untuk api melengapkan bangunan apalagi rumah berkontruksi kayu,” jelas kepala Peksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Asnawi MSM kepada wartawan.

Berdasarkan peliputan wartawan dilokasi kejadian, pihak keluarga sedang berkabung atas musibah yang dialami pasangan suami istri Mansur dan Aminah ini. Terlihat beberapa kelompok Masyarakat silih berganti membesuk keluarga terkait dengan membawakan beragam jenis bantuan tanggap darurat.

Keluarga terkait juga melaksanakan hajatan atau kenduri sebagaimana adat setempat selama tujuh hari tujuh malam. Dibawah tenda biru yang sengaja digelar guna menyambut para tamu yang hadir, disana juga terpampang beberapa jenis bantuan berupa sandang, pangan dan banhkan satu unit barak darurat yang serahkan oleh Dinas Sosial Kabupaten Aceh Utara sebagai bantuan masa panik.

“Lumayan banyak juga bantuan yang data, ada dari Pemerintah Daerah, Masyarakat umum, Lembaga dan ormas serta dari Geuchik desa juga ada kami sisihkan bantuan guna meringankan beban korban untuk sementara waktu,” kata Geuchik Alue Bili Rayek, Hermanto di Lokasi kejadian disaat mendampingi bantuan dana tunai yang diserahkan oleh Persatuan Wartawan Online (PWO) Aceh Utara.

Sedang Mansur dan Aminah kini hanya pasrah atas kejadian ini dan sedikit berharap, agar mereka bisa memiliki rumah lain untuk dapat ditempati kedepannya. Sementara waktu, mereka menundang tinggal di rumah orang tua tua istri mereka disamping rumah kebakaran tersebut.