SUMENEP, Minggu (20/04) suaraindonesia-news.com — Komitmen Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS) Bhakti Sumekar dalam memperluas literasi dan inklusi keuangan di kalangan pelajar terus menunjukkan dampak positif. Melalui dua program andalannya, yaitu Simpanan Pelajar (Simpel) dan Satu Rekening Satu Pelajar (Kejar), bank milik Pemerintah Kabupaten Sumenep ini mencatat peningkatan signifikan dalam jumlah rekening pelajar aktif selama dua tahun terakhir.
Pelaksana Tugas Kepala Divisi Funding BPRS Bhakti Sumekar, Rino Dofantoro, menyampaikan bahwa sepanjang tahun 2023, kedua program tersebut mengalami pertumbuhan sebesar 10 persen.
“Pertumbuhan ini sejalan dengan target internal kami, dan menunjukkan bahwa edukasi serta layanan yang kami lakukan di sekolah-sekolah mulai membuahkan hasil,” ujar Rino, Sabtu (19/04).
Rino menjelaskan bahwa pendekatan yang dilakukan bukan sekadar formalitas, melainkan melalui sosialisasi langsung ke berbagai lembaga pendidikan. Tim dari BPRS Bhakti Sumekar rutin mengunjungi sekolah untuk memberikan edukasi terkait manfaat menabung dan pengenalan sistem perbankan syariah yang disampaikan dengan metode sederhana dan mudah dipahami oleh siswa.
Dari data bank, hingga akhir 2023 tercatat sekitar 39 ribu rekening pelajar aktif, dan jumlah tersebut meningkat menjadi sekitar 43 ribu pada awal 2024.
“Selain pertumbuhan angka, kami juga menilai keberhasilan dari meningkatnya partisipasi sekolah dan antusiasme wali murid dalam mendukung program ini,” tambahnya.
Program ini juga bertujuan membantu sekolah beralih dari sistem tabungan manual ke sistem digital yang terintegrasi dengan layanan perbankan, guna membiasakan pelajar mengelola keuangan secara mandiri sejak dini.
Indah Dewi Arofah, Kepala Bagian Funding Kantor Pusat Operasional (KPO) BPRS Bhakti Sumekar, menambahkan bahwa program Simpel dan Kejar juga mendapat dukungan regulasi yang kuat. Simpel didasarkan pada Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2016, sementara Kejar merujuk pada Keputusan Presiden Nomor 26 Tahun 2019 tentang Hari Indonesia Menabung.
“Kami melihat banyak sekolah mulai aktif membuka rekening pelajar setiap tahun ajaran baru. Meski ada tantangan transisi dari sistem manual, kami berusaha hadir langsung melalui layanan mobil keliling agar proses lebih mudah dan menyenangkan bagi siswa,” kata Indah.
Dalam rangka pemerataan layanan, BPRS Bhakti Sumekar juga telah membuka kantor cabang di berbagai wilayah, termasuk daerah kepulauan seperti Sapeken, Arjasa, dan Kangayan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh pelajar di wilayah Kabupaten Sumenep memiliki akses yang sama terhadap layanan keuangan.
Indah menambahkan, untuk pelajar di jenjang TK dan SD, biasanya proses pembukaan rekening melibatkan orang tua sebagai wali.
Namun, keterlibatan tersebut justru meningkatkan partisipasi keluarga dalam memantau dan mendukung perkembangan literasi keuangan anak.
“Melalui kombinasi strategi edukatif, dukungan regulasi, dan kerja sama dengan sekolah serta orang tua, kami optimistis program ini akan terus berkembang,” tutupnya.













