SAMPANG, Rabu (12/2) suaraindonesia-news.com – Anggota Dewan Pendidikan Kabupaten Sampang, Sonhaji menyoroti banyaknya bangunan SDN di Kabupaten Sampang, yang kondisinya memperihatinkan dan ada yang ambruk seperti SDN Margantoko 1 Kecamatan Jrengik.
Sorotan tersebut ditujukan pada Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang. Menurut Sonhaji, melihat ambruknya tiga ruang kelas di SDN Margantoko 1, siswa terpaksa belajar dalam satu ruangan dijadikan satu dan duduk dilantai sangat memprihatinkan.
“Terutama kondisi phisikogis siswa terkait mental seperti pikiran, perasaan dan kemauannya dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM). Karena jelas terganggu,” kata Sonhaji.
Kondisi demikian lanjutnya, harus diperhatikan secara serius. Terutama sekolah yang gedungnya rusak berat. Jangan menunggu sampai sekolah tersebut ambruk. Karena, setiap sekolah yang gedungnya rusak sedang dan berat sudah dilaporkan lewat dapodik.
“Untungnya selama ini, kejadian gedung sekolah ambruk terjadi diluar jam sekolah. Bagaimana jika kejadian sekolah ambruk terjadi saat siswa sedang mengikuti kegiatan belajar mengajar. Akan ada korban jiwa pada siswa sekolah dasar,” pungkasnya.
“Jika itu terjadi, akan semakin parah kondisi phisikogis siswa sekolah dasar. Yang terjadi saat ini saja, walaupun tidak ada korban jiwa sangat mengganggu mental mereka seperti pikiran, perasaan dan kemauannya,” imbuhnya.
Dikatakan, SDN Margantoko 1 hanya sebagai contoh, di pelosok desa masih banyak sekolah rusak berat dan ambruk tapi dibiarkan tanpa perhatian. Sehingga, saat kami kebawah banyak guru dan siswa mengeluh takut belajar karena takut sekolahnya ambruk.
Untuk itu tegasnya, jangan salahkan jika wali murid tidak mau menyekolahkan anaknya ke SDN dan lebih memilih sekolah swasta SDI dengan kondisi gedungnya lebih baik. Karena, wali murid ingin anaknya sekolah dengan kondisi tenang dan nyaman.








