BALIKPAPAN, Minggu, (9/2) suaraindonesia-news.com – DPRD Kota Balikpapan menggelar rapat paripurna masa sidang II tahun 2025 dengan agenda peringatan Hari Jadi ke-128 Kota Balikpapan, yang berlangsung di Hotel Grand Senyiur Balikpapan, Sabtu, (8/2) kemarin.
Kegiatan ini dipimpin langsung Ketua DPRD Balikpapan, H. Alwi Al Qadri dan dihadiri oleh Walikota Balikpapan, H. Rahmad Mas’ud dan Wakil Walikota terpilih H. Bagus Susetyo, Ketua DPRD Kaltim, H. Hasanuddin Mas’ud, Ketua Komisi III DPRD Kaltim, H. Abdulloh, sejumlah anggota DPRD Kaltim dapil Balikpapan, Forkopimda, OPD, Bupati dan Walikota se-kalimantan Timur serta para tamu undangan.
Dalam sambutannya, Alwi Al Qadri menyampaikan terimakasih dan penghargaan kepada kepala daerah baik yang terdahulu hingga sekarang atas dedikasi dan pengabdiannya dalam membangun Kota Balikpapan.
Selain itu, Alwi juga mengucapkan selamat kepada Pemerintah Kota Balikpapan yang telah meraih 7 penghargaan Arindama pada momen Hari Jadi ke-68 Pemerintah Provinsi Kaltim tahun 2025 di Kota Samarinda.
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk keberhasilan dalam pembangunan Kabupaten dan Kota se-kalimantan Timur.
Adapun 7 penghargaan Arindama yang diraih Pemerintah Kota Balikpapan, yaitu penghargaan Bidang Kesetaraan Gender, Bidang Ketenteraman, Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat, Bidang Pembangunan dan Perhubungan, Bidang Pembangunan Infrastruktur, Bidang Pembangunan Informasi dan Informatika, Bidang pembangunan Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM, Bidang Pembangunan Investasi Daerah.
“Saya berharap penghargaan dalam peningkatan kualitas pelayanan publik ini dapat menjadi acuan dan standar minimal dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Kota Balikpapan,” ujarnya.
Pada kesempatan ini, Alwi kembali menyampaikan terimakasih dan penghargaan kepada perangkat daerah, masyarakat dan stakeholder atas kerjasama dan kolaborasinya dalam pembangunan Kota Balikpapan sepanjang tahun 2024. Sehingga dapat meraih sebanyak 24 penghargaan pada tingkat Provinsi Kaltim serta 27 penghargaan tingkat nasional.
“Semoga capaian ini tidak berhenti di tahun 2024 saja, tapi dapat dipertahankan. Jika perlu dapat bertambah di tahun 2025 dan di tahun-tahun berikutnya,” harap Alwi.
Alwi mengatakan, bahwa di momen Hari Jadi ke-128 Kota Balikpapan tahun 2025, pemerintah mengusung tema “Harmoni Berkelanjutan”.
Tema tersebut di usung untuk mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menciptakan suasana yang kondusif, bersinergi berkelanjutan dan mewujudkan Balikpapan sebagai kota terkemuka yang nyaman dihuni, modern, sejahtera dalam bingkai madinatul iman.
Menurut Alwi, Kota Balikpapan sebagai kota beranda Ibu Kota Nusantara (IKN) dan sebagai kota transit memiliki jumlah penduduk mencapai 746,8 ribu jiwa per tahun 2024.
“Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, masyarakat Kota Balikpapan terdiri dari beragam suku, agama dan ras yang berasal dari beragam wilayah di Indonesia,” jelasnya.
Namun demikian, lanjut Alwi, DPRD dan Pemerintah Kota Balikpapan akan terus berkomitmen untuk bersinergi memperjuangkan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Balikpapan dengan memberikan pelayanan publik yang prima dan kesetaraan gender, sebagaimana yang telah tercantum dalam dokumen Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Balikpapan.
Dimana, dalam RPJMD tersebut, kata dia, terdapat lima program pembangunan prioritas untuk di tahun 2025. Diantaranya, peningkatan produktifitas ekonomi dan investasi daerah, penguatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan berdaya saing, percepatan transformasi digital dan penguatan reformasi birokrasi berdampak, penguatan prasarana dan konektivitas perkotaan, penguatan inklusif dan berketahanan iklim.
“Berkaitan dengan hal tersebut, saya berharap masyarakat Kota Balikpapan dapat berkolaborasi dan mendukung Pemerintah Kota Balikpapan dalam mewujudkan pembangunan baik fisik maupun non fisik. Sehingga program yag telah direncanakan dapat sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” tukasnya.
Sementara itu, Walikota Balikpapan, H. Rahmad Mas’ud, dalam pidatonya menyampaikan bahwa di usianya yang ke-128 Kota Balikpapan merupakan perjalanan panjang untuk mewujudkan kehidupan masyarakat yang berperadaban kota maju dengan menjunjung tinggi nilai-nilai spiritualitas, solidaritas dan pembangunan berkelanjutan seiring dengan arah kebijakan pembangunan yang terus mengedepankan sektor jasa, industri dan perdagangan.
“Untuk menguatkan nilai-nilai tersebut, maka sangat tepat dalam peringatan Hari Jadi ke-128 Kota Balikpapan mengusung tema “Harmoni Berkelanjutan”. Yang artinya bahwa pembangunan Kota Balikpapan mengacu pada keseimbangan antara manusia, lingkungan dan pembangunan ekonomi secara berkelanjutan,” kata Rahmad.
Menurutnya, tema tersebut juga mengandung arti kebersamaan, gotong royong dan solidaritas antara seluruh pemangku kepentingan tanpa memandang suku, agama, RAS maupun golongan untuk mewujudkan pembangunan Kota Balikpapan yang lebih baik lagi.
Rahmad mengungkapkan, bahwa pembangunan Kota Balikpapan terus tumbuh, sehingga menjadi salah satu tolak ukur kemajuan pembangunan di Indonesia.
Hal tersebut juga didukung oleh potensi letak geografis yang sangat strategis di Kota Balikpapan mulai dari keunggulan infrastruktur yang representatif serta didukung oleh proyek strategis nasional.
“Ketenaran nama Kota Balikpapan di kancah nasional tergambar dari berbagai prestasi keberhasilan yang telah diraih. Prestasi dan keberhasilan ini tentunya tidak lepas dari peran seluruh Walikota baik yang terdahulu hingga sekarang yang telah berjasa dalam memimpin Kota Balikpapan,” jelasnya.
Namun demikian, Rahmad mengatakan Kota Balikpapan masih akan menghadapi tantangan yang cukup komplek dan beragam dari tahun 2025 hingga ke depan seiring perkembangan IKN.
Tantangan ini meliputi penyediaan air baku yang saat ini mengalami defisit mencapai 920 liter per detik, pengendalian banjir, peningkatan konektivitas dan sarana angkutan umum massal dan peningkatan kualitas dan daya saing Sumber Daya Manusia (SDM).
Terkait dengan penyediaan air baku, Rahmad mengaku, pihaknya sudah menjalin komunikasi dengan pemerintah pusat maupun provinsi untuk mendapatkan dukungan sumber air baku dari Bendungan Sepaku di IKN dan Sungai Mahakam.
“Kami akan terus berupaya agar permasalahan ini dapat di atasi dalam lima tahun ke depan,” ungkapnya.












