SUMENEP, Kamis (06/02) suaraindonesia-news.com – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) melonjak di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. Sepanjang Januari 2025, tercatat 100 orang terjangkit, dengan mayoritas pasien adalah anak-anak.
Dari total kasus, 74 di antaranya menimpa anak-anak, sementara 26 sisanya merupakan pasien dewasa.
Kepala Seksi Informasi RSUD Mohammad Anwar Sumenep, Erfin Sukayati, mengatakan Lonjakan tajam ini diduga kuat akibat musim hujan yang mempercepat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti.
“Musim hujan menjadi faktor utama meningkatnya kasus DBD di Januari kemarin, dengan total sebanyak 74 kasus dialami anak-anak dan 26 lainnya orang dewasa” katanya, Kamis (6/2).
Erfin menjelaskan, Genangan air yang muncul setelah hujan menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti, penyebab utama penyakit ini.
“Ini yang perlu diwaspadai. Saat musim hujan, risiko penularan DBD meningkat drastis,” ujarnya
Untuk menekan penyebaran DBD tersebut, pihaknya mengimbau warga lebih aktif dalam pencegahan, terutama dengan menerapkan pola hidup bersih.
“Caranya dengan 3M Plus, yaitu Menguras tempat penampungan air, Menutup wadah air, dan Mengubur barang bekas. Ditambah dengan langkah lain seperti menanam tanaman pengusir nyamuk, menggunakan lotion anti-nyamuk, serta melakukan fogging jika diperlukan,” paparnya.
Erfin juga mengingatkan warga segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala seperti demam tinggi mendadak, nyeri otot, sakit kepala, atau muncul bintik merah di kulit.
“Jangan anggap sepele. DBD yang tidak segera ditangani bisa berakibat fatal,” tegasnya.
Sementara itu, Komisi IV DPRD Sumenep Samoddien, meminta tenaga kesehatan lebih aktif dalam pencegahan.
“Kalau ada pasien positif DBD, puskesmas dan rumah sakit harus segera melakukan fogging di rumahnya. Ini penting untuk mencegah penyebaran lebih luas,” kata Samoddien.
Ia juga mengingatkan warga agar tidak menunda pemeriksaan jika mengalami gejala DBD.
“Kalau ada keluarga yang demam, segera bawa ke layanan kesehatan terdekat. Jangan takut biaya, karena semua layanan kesehatan di Sumenep gratis,” pungkasnya.













