Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BeritaPemerintahan

Pemkab Sumenep Dorong Penguatan BUMDes untuk Kesejahteraan Masyarakat

Avatar of admin
×

Pemkab Sumenep Dorong Penguatan BUMDes untuk Kesejahteraan Masyarakat

Sebarkan artikel ini
IMG 20241206 081533
Foto: Sekda Kabupaten Sumenep, Edi Rasiyadi saat menghadiri Workshop Evaluasi Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan Desa 2024, di Pendopo Agung Keraton, Senin (18/11/2024).

SUMENEP, Kamis (05/12) suaraindonesia-news.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) terus mendorong pengembangan potensi ekonomi lokal melalui penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesma). Upaya ini bertujuan untuk meningkatkan peran BUMDes sebagai motor penggerak pembangunan desa demi kesejahteraan masyarakat.

Hingga saat ini, terdapat 328 BUMDes yang aktif di 330 desa di Kabupaten Sumenep. Dari jumlah tersebut, sebanyak 44 BUMDes berstatus maju, 214 berkembang, dan 70 masih dalam kategori pemula. Sebagian besar BUMDes bergerak di sektor jasa keuangan, perdagangan, pertanian, pelayanan publik, pariwisata, manufaktur, hingga pertambangan.

“Saat ini, Kabupaten Sumenep memiliki banyak BUMDes yang telah menunjukkan prestasi, seperti BUMDes Pasopati sebagai pengelola wisata mangrove Kebundadap Timur, BUMDes Arya Pusaka Desa Aeng Tongtong, dan BUMDes Pagerungan Jaya Desa Pagerungan Besar,” kata Sekretaris Daerah Kabupaten Sumenep, Edy Rasiyadi, dalam Workshop Evaluasi Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan Desa 2024 di Pendopo Agung Keraton, Senin (18/11/2024).

Sekda Edy mengimbau kepala desa untuk memprioritaskan penggunaan Dana Desa (DD) dalam pengembangan potensi ekonomi lokal, terutama untuk pendirian, pengembangan, dan peningkatan kapasitas pengelolaan BUMDes. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat di tingkat desa.

“Dana Desa salah satunya diarahkan untuk pengembangan ekonomi lokal melalui pemberdayaan BUMDes. Ini sejalan dengan prioritas pembangunan Kabupaten Sumenep, yang fokus pada pemantapan ketahanan ekonomi masyarakat dan menjaga harmoni sosial,” ujar Sekda Edy.

Pemerintah daerah juga telah melakukan sinkronisasi kebijakan penggunaan Dana Desa dengan program pembangunan daerah. Langkah ini diambil untuk memastikan pengelolaan Dana Desa berjalan selaras dengan visi pembangunan Kabupaten Sumenep.

“Dengan sinergi yang baik, diharapkan keberadaan BUMDes mampu menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi di tingkat desa serta mendukung pencapaian kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Melalui penguatan peran BUMDes dan pengelolaan Dana Desa yang tepat sasaran, Pemkab Sumenep optimistis sektor ekonomi lokal dapat berkembang lebih pesat, membawa dampak positif bagi masyarakat di seluruh wilayah kabupaten.