SUMENEP, Sabtu (9/11) suaraindonesia-news.com – Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, Sumenep, Madura, Jawa Timur, menunjukkan komitmennya dalam menjaga lingkungan dengan melaksanakan program Penanaman 1000 Pohon, yang digelar pada Jumat (08/11) di lingkungan pesantren. Program ini dipelopori oleh Mudir Ma’had TMI Putra, Ust. H. Abd. Qadir Jailani, M.Pd., dan dibuka di Lapangan TMI Archery Club dengan dihadiri seluruh santri.
Sebagai simbol dimulainya program, lima pohon Trembesi pertama ditanam pada acara pembukaan. Penanaman pohon pertama dilakukan oleh Pengasuh TMI, KH. Dr. Ghozi Mubarok, M.A., diikuti oleh Mudir ‘Aam TMI, KH. Drs. Suyono Khattab, M.Pd., Ust. Dr. H. Moh. Hamzah, M.Pd., Ust. H. Abd. Qadir Jailani, M.Pd., dan Ust. Baihaqi, S.Sos.I.
Dalam sambutannya, KH. Dr. Ghozi Mubarok menekankan bahwa kelima pohon ini menjadi langkah awal dari penanaman ribuan pohon lainnya yang akan menyusul di berbagai sudut pesantren. Ia juga berharap para santri dapat memahami pentingnya menjaga lingkungan dan ikut serta dalam upaya penghijauan ini.
“Kita berharap kalian dapat merasakan manfaat dari penanaman ini dan bisa belajar untuk lebih peduli terhadap lingkungan pondok kita,” ujarnya.
Kiai Ghozi juga menyampaikan bahwa menanam pohon adalah bentuk ibadah, dengan menambah makhluk Allah yang berzikir kepada-Nya. Selain itu, kegiatan ini menjadi kontribusi nyata para santri dalam merawat bumi dan membuka pintu-pintu pahala.
Di depan para santri, Putra Sulung KH. Muhammad Idris Jauhari itu menyampaikan bahwa seiring penanaman pohon, akan terbuka pintu-pintu pahala. Seiring penanaman pohon pula, para santri berarti telah ikut andil dalam upaya merawat bumi.
“Setiap kali kita menanam pohon, kita menambah makhluk Allah yang ikut berdzikir menyebut nama-Nya,” lanjut Kiai Ghozi.
Ust. Moh. Samhadi, S.Ud., M.Ag., selaku Ketua MPO, menambahkan bahwa program ini akan dilanjutkan dengan penanaman pohon di setiap rayon dan sudut-sudut pesantren, menjadikan TMI sebagai kawasan hijau yang mendukung keseimbangan alam.
Program penghijauan ini mencerminkan misi suci TMI untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus membangun kesadaran ekologis di kalangan santri, sehingga mereka tak hanya terdidik secara akademis, namun juga tumbuh menjadi individu yang peduli terhadap lingkungan.












