BeritaPolitik

APK Paslon FAHAM Sumenep Alami Perusakan, Relawan Desak Pelaku Ditetapkan

Avatar of Suara Indonesia
×

APK Paslon FAHAM Sumenep Alami Perusakan, Relawan Desak Pelaku Ditetapkan

Sebarkan artikel ini
IMG 20241012 204129
Foto: Koordinator Tim Si Gemoy Relawan Fauzi-Imam, Fauzan Adhima, dan APK Paslon FAHAM di Sumenep yang alami perusakan.

SUMENEP, Sabtu (12/10/2024) suaraindonesia-news.com – Alat peraga kampanye (APK) milik pasangan calon bupati dan wakil bupati Sumenep, Madura, Jawa Timur, Dr. Achmad Fauzi Wongsojudo dan KH. Imam Hasyim (FAHAM), mengalami perusakan di berbagai tempat strategis di Kabupaten Sumenep oleh orang tidak dikenal.

Salah satu baliho pasangan calon nomor urut 2 tersebut ditemukan dalam kondisi rusak di simpang empat Sumber Pinang, Kecamatan Guluk-Guluk, Sumenep. Kejadian ini dilaporkan oleh sejumlah koordinator kecamatan (korcam) dan koordinator desa (kordes) dari Tim Si Gemoy di Sumenep pada Sabtu, 12 Oktober 2024.

Koordinator Tim Si Gemoy Relawan Fauzi-Imam, Fauzan Adhima, menyatakan kekecewaannya atas tindakan vandalisme tersebut, yang dinilainya tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga merusak semangat demokrasi.

“Tindakan ini tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga mencederai prinsip demokrasi yang kita junjung bersama. Kami mendesak agar pelaku segera diusut tuntas,” ujarnya, Sabtu (12/10/2024).

Meski kecewa atas insiden tersebut, Fauzan tetap menyerukan kerukunan di tengah persaingan politik yang semakin memanas.

“Kami berharap proses demokrasi dapat berjalan damai, tanpa ada tindakan yang merugikan pihak manapun. Mari kita saling menghormati dan menjaga nilai-nilai kebersamaan,” tambahnya.

Fauzan juga menegaskan bahwa perusakan APK tidak hanya melanggar aturan pemilu, tetapi juga berpotensi memancing ketegangan di masyarakat.

Ia meminta semua pihak, baik tim pemenangan, simpatisan, maupun masyarakat, untuk tetap menjaga suasana kondusif serta menghormati perbedaan pilihan politik.

Menurutnya, aksi vandalisme terhadap alat peraga kampanye dapat mencederai nilai demokrasi dan memicu perpecahan di tengah masyarakat.

“Dalam situasi politik yang semakin memanas, penting bagi semua pihak untuk menghormati prinsip-prinsip demokrasi dan menghindari tindakan provokatif,” tegasnya.

Di akhir pernyataannya, Fauzan mengingatkan bahwa Pemilu adalah momentum bagi rakyat untuk memilih pemimpinnya dengan cara yang menjunjung tinggi integritas, kerukunan, dan kedamaian.

“Sebagai masyarakat yang beradab, kita harus menunjukkan kedewasaan politik dan menjaga proses demokrasi ini agar tetap berjalan dengan baik,” pungkasnya.