Kemiskinan Ekstrim di Kabupaten Pati Masih Dialami Ribuan Kepala Keluarga - Suara Indonesia
Berita UtamaEkonomiRegionalTeknologi

Kemiskinan Ekstrim di Kabupaten Pati Masih Dialami Ribuan Kepala Keluarga

×

Kemiskinan Ekstrim di Kabupaten Pati Masih Dialami Ribuan Kepala Keluarga

Sebarkan artikel ini
IMG 20240717 212258
Foto: Kepala Dinsos P3AKB Kabupaten Pati, Indriyanto, saat paparan pada FGD Diskominfo dengan Forum Wartawan Pati.

PATI, Rabu (17/07) suaraindonesia-news.com – Kemiskinan ekstrim di Kabupaten Pati masih dialami ribuan Kepala Keluarga (KK). Sesuai data statistik, dari jumlah penduduk Kabupaten Pati sebanyak 1,34 juta jiwa, terdapat 9,46 persen kategori miskin (2019) dan naik menjadi 10,08 persen (2020).

Pada 2023, jumlah kemiskinan turun menjadi 9,31 persen atau sebanyak 118.018 jiwa. Jumlah kemiskinan ekstrim sendiri mencapai 6.798 KK (November 2023).

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Sosial P3AKB Kabupaten Pati, Indriyanto, saat menjadi narasumber acara Fokus Grup Diskusi (FGD) antara Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Pati dengan Forum Wartawan Pati (FWP), Rabu (17/07). Dibuka oleh Kepala Diskominfo, Ratri Wijayanto dan dimoderatori Kabid Iinformasi dan Komunikasi Publik, Ida Istiani.

“Kemiskinan adalah dimana masyarakat tidak bisa mencukupi kebutuhan dasarnya, meliputi sandang, pangan, papan, pendidikan dan kesehatan. Sedangkan kemiskinan ekstrim yaitu bagi mereka yang berpenghasilan rendah, 11.924 rupiah perhari atau 352.652 rupiah perbulan”, kata Indriyanto.

Dia menambahkan, pada 2022, jumlah kemiskinan ekstrim di Kabupaten Pati sebanyak 1.52 persen, turun menjadi 0.83 persen pada 2023.

Baca Juga: KPK Beri Sosialisasi dan Koordinasi Pencegahan Korupsi di Pemkab Pati

“Hal ini karena ada intervensi bersama disemua lini, baik pemerintah maupun swasta”, tambahnya.

Mendukung peningkatan kesejahteraan sosial masyarakat, menurut Indriyanto, pemerintah telah memberikan bantuan sosial, melalui Kementerian Sosial RI.

Terdiri atas Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), yang diberikan untuk masyarakat Kabupaten Pati, mencapai 120.164 KK (per Pebruari 2024).

Bantuan Keluarga Harapan (PKH), yakni bantuan tunai bersyarat yang dibagikan setiap triwulan melalui PT Pos. Dan 2 bulan sekali melalui rekening BRI. Hingga Juni 2024, jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kabupaten Pati sebanyak 57.676, dengan graduasi 99 KPM.

Selain itu, ada bantuan Rumah Sejahtera Terpadu (RST) senilai 20 juta rupiah per KPM. Tahun ini, terdapat 2 KPM berlokasi di Desa Tamansari Kecamatan Tlogowungu.

Bantuan Permakan Lansia, berupa pemberian makanan saji melalui pokmas, sebesar 30 ribu rupiah untuk 2 kali makan, berjumlah 555 KPM.

Jaminan Kesehatan PBI JK, dengan jumlah KPM sebanyak 622.813. Dari jumlah itu, 487.644 kategori aktif dan 135.169 non aktif. Kondisi saat ini, kuota sudah penuh. Masih terdapat daftar tunggu mencapai 18.765.

Bantuan sosial lainnya, yaitu yang bersumber dari APBD Propinsi Jateng, meliput Kelompok Usaha Bersama (KUBE) dan Kartu Jateng Sejahtera (KJS).

Sedangkan bantuan sosial bersumber dari APBD Kabupaten Pati, meliputi bantuan disabilitas, besarnya mencapai 1,5 juta rupiah untuk 400 orang (2023-2024). Dan alat bantu berupa kursi roda sebanyak 113 buah (2024).

Berikutnya, ada santunan kematian yang diberikan kepada ahli waris. Tahun ini Pemkab Pati menganggarkan 800 juta rupiah untuk 800 penerima. Triwulan pertama telah tersalurkan 150 dan 160 pada triwulan kedua.

Bantuan lainnya, ada Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT), Jaminan Sosial PBI APBD dan Inflasi.

Data penerima bantuan tersebut, diklaim telah mendekati akurat karena tersinkron dan terpadan antara Data DTKS dengan data Kependudukan dan Catatan Sipil Kemendagri.

Namun, kebijakan pemberian bantuan itu seyogyanya terus dilakukan perbaikan dan pemutakhiran data KPM di tingkat desa, konvergensi program dan kolaborasi/ kemitraan antara pemerintah dengan stakeholder.

Reporter : Usman
Editor : Amin
Publisher : Eka Putri