PendidikanRegional

Rembug Stunting, Bupati Pati Minta Penanganan Kasusnya Terintegrasi

94
×

Rembug Stunting, Bupati Pati Minta Penanganan Kasusnya Terintegrasi

Sebarkan artikel ini
IMG 20220629 214805
Komitmen penanganan kasus stunting yang terintegrasi pada Rembug Stunting Tingkat Kabupaten Pati

PATI, Rabu (29/06/2022) suaraindonesia-news.com – Upaya menekan angka kasus stunting, penanganannya harus dilakukan secara terintegrasi, antara Dinkes, Dinsos, Bappeda dan pemerintah desa.

Hal itu diminta Bupati Pati, Haryanto, pada Rembug Stunting Tingkat Kabupaten Pati, Rabu (29/06/22).

“Penanganan stunting ini, harus dilakukan secara terintegrasi melalui penganggaran yang ada. Sehingga, jumlah (kasus stunting) yang ada, bisa tertangani dengan tepat sasaran”, kata Haryanto.

Tim percepatan penanganan yang telah terbentuk, lanjutnya, juga diminta segera melakukan aksi nyata dengan kegiatan dan inovasi.

Upaya lainnya, sebut bupati, harus ada pemetaan terhadap desa yang menjadi lokasi fokus (lokus) stunting, sesuai klasifikasi angka. Prioritas bagi desa yang memiliki angka kasus tinggi.

“Ada 3 pemetaan. Pertama 15 persen, kedua di atas 5 persen, ketiga di bawah 5 persen”, jelasnya.

Pemeriksaan kesehatan rutin, menurut Haryanto, dilakukan untuk memantau dan mengetahui tingkat gizi seseorang, untuk tetap dalam kondisi yang baik.

“Harus selalu dipantau setiap perkembangannya, hingga menjadi baik”, tutur bupati.

Rembug Stunting juga dihadiri Sekda, Kepala Sub Bidang Kesejahteraan Sosial melalui virtual, Kepala Bappeda Pati, Kepala Dinkes Pati, Kepala Dinsos P3AKB, Anggota DPRD, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten dan Kecamatan, Kepala Kemenag dan OPD terkait.

Juga diikuti para kepala desa yang menjadi lokus stunting, serta para Kepala Puskesmas melalui zoom meeting.

Reporter : Usman
Editor : Redaksi
Publisher : Romla