PATI, Jumat (17/06/2022) suaraindonesia-news.com – Memperingati ke-76 Hari Bhayangkara, Polres Pati menggelar Bakti Sosial Kesehatan berupa pemberian vaksin Covid-19 dan pemeriksaan kesehatan bagi masyarakat, secara gratis.
Kegiatan yang dipusatkan di Klinik Kesehatan Dokkes, Jalan Diponegoro Pati, dihadiri Kapolres AKBP Christian Tobing, SIK.
Kapolres Pati dalam keterangannya melalui Kasi Humas, Iptu Sukarno menjelaskan, memperingati ke-76 Hari Bhayangkara, Polres Pati menggelar berbagai kegiatan.
“Hari ini, kami laksanakan Bakti Kesehatan berupa pemberian vaksin Covid-19 dan pemeriksaan kesehatan bagi madyarakat secara gratis, yang dilakukan serentak di seluruh Indonesia, dipantau langsung oleh Kapolri melalui virtual dari Titik Nol IKN Kalimantan Timur”, kata Iptu Sukarno.
Dengan motto ‘Polri yang Presisi Mendukung Pemulihan Ekonomi dan Reformasi Struktural untuk Mewujudkan Indonesia Tangguh – Indonesia Tumbuh’, diharapkannya, Polri semakin meningkatkan pelayanan dan dicintai masyarakat.
“Semoga Polri tetap jaya dan dicintai masyarakat. Diharapkan masyarakat dapat turut membantu dan mengawasi agar kinerja Polri semakin meningkat menjadi lebih baik”, jelasnya.
Sementara itu, Kasi Dokkes Polres Pati, Ipda Jasmani menerangkan, kegiatan Bakti Kesehatan hari ini, pihaknya memberikan pelayanan gratis kepada masyarakat, berupa vaksinasi Covid-19 dosis pertama dan dosis kedua, pemeriksaan kesehatan, serta pemeriksaan laboratorium.
“Target pemberian vaksin mencapai 2600 dan pengobatan hingga 300 peserta”, terang Ipda Jasmani.
Kepada masyarakat, dia menghimbau untuk memanfaatkan kesempatan ini, yang digelar selama 2 hari, hingga Sabtu besok.
Pada Bakti Kesehatan kali ini, pihaknya mempersiapkan 30 tenaga kesehatan, 4 dokter dan 2 laboratorium, bekerja sama dengan RS Keluarga Sehat Hospital dan PT Jasa Raharja.
“Ketersediaan obat – obatan juga cukup, berkat dukungan dari Dokkes Polda Jateng”, tambahnya.
Dari hasil pemeriksaan hari ini, terhadap 125 peserta yang mendaftar, Jasmani menegaskan, hasil tracking menunjukkan tidak ditemukan kasus terpapar Covid-19.
“Hasilnya nihil. Namun demikian, tetap harus waspada karena munculnya varian baru yang sudah masuk Indonesia”, ungkapnya.
Untuk pemeriksaan kesehatan, lanjut Jasmani, setelah peserta dilakukan tes laboratorium, diketahui ada indikasi gangguan kesehatan.
“Ada beberapa warga setelah dilaborat, dia baru sadar karena ternyata terindikasi asam urat dan gula darah tinggi (diabetes). Ini bermanfaat, paling tidak bisa mendeteksi lebih awal sehingga ke depan lebih bisa menjaga kesehatan”, tandas Jasmani.
Reporter : Usman
Editor : Redaksi
Publisher : Romla










