SAMPANG, Kamis (5/5/2022) suaraindonesia-news.com – Setelah sepuluh tahun mengungsi puluhan eks penganut Syiah pimpinan Tajul Muluk, yang berada di Rusunawa Jemundo, Sidoarjo Jawa Timur, dijemput Bupati Sampang H. Slamet Junaidi untuk pulang ke kampung halamannya.
Penjemputan tersebut menjelang hari raya Idul Fitri, beberapa waktu lalu. Tak pelak momen bersejarah yang sangat dinantikan ini, menjadi kenangan indah yang tak terlupakan bagi puluhan eks pengungsi Syiah pada Bupati H. Slamet Junaidi.
Penganut eks Syiah Tajul Muluk tersebut, berasal dari dua desa yaitu, Desa Karang Gayam Kecamatan Omben dan Desa Blu’uran Kecamatan Karang Penang, Kabupaten Sampang.
Bupati Sampang H Slamet Junaidi mengatakan, penjemputan ini merupakan rasa kemanusiaan kami. Apalagi di momen menjelang hari raya Idul Fitri ini.
“Ini adalah momen yang baik untuk menjemput warga kita pengungsi eks Syiah, yang ada di Sidoarjo,” kata H Slamet Junaidi.
Menurutnya, disamping penjemputan banyak sesuatu yang perlu kita pikirkan, termasuk tempat tinggal mereka yang ada di kampung halamannya, karena dulu sempat dibakar oleh warga setempat.
“Kami minta kepada pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR untuk segera dibangunkan rumah bagi mereka,” terangnya.
Untuk pemulangan ini kata H. Idi, nanti akan bertahap.
Saat ini, sebanyak 53 jiwa dengan rincian 14 Kartu Keluarga (KK).
“Pemulangan puluhan pengungsi eks Syiah ini, maksimal 3 tahap,” tambahnya.
Sekedar diketahui, hadir dalam penjemputan Bupati Sampang H. Slamet Junaidi, Wakil Bupati Sampang H. Abdullah Hidayat, Forkopimda Kabupaten Sampang, Kepala Bakesbangpol Sampang, Kemenag Sampang, dan tim 5 dari Desa Karang Gayam Kecamatan Omben dan Desa Blu’uran, Kecamatan Karang Penang.
Reporter : Muh. Nora
Editor : Redaksi
Publisher : Ipul












