RegionalSosial Budaya

Gelar Harlah NU Ke-99, Berikut Rangkaian Kegiatan MWCNU Rubaru Sumenep

×

Gelar Harlah NU Ke-99, Berikut Rangkaian Kegiatan MWCNU Rubaru Sumenep

Sebarkan artikel ini
IMG 20220216 194147
K. Imam Sutaji saat memberikan tausiah ke NU an di acara harlah NU 99 di MWCNU. Rubaru (16/2/2022).

SUMENEP, Rabu (16/2/2022) suaraindonesia-news.com – Peringati Hari Lahir Nahdlatul Ulama yang ke 99, Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, melaksanakan sejumlah rangkaian kegiatan, mulai dari ziarah muassis se Kecamatan Rubaru.

Puncak kegiatan harlah dirangkai dengan berbagai kegiatan, diantaranya: tahlilan, hataman, launching program beasiswa berkelanjutan LAZISNU Rubaru, acara digelar di Gedung MWC NU setempat, Rabu (16/2/2022).

Ketua MWC NU Rubaru KH. Moh. Sadik menyampaikan acara dilaksanakan untuk memperingati hari lahir NU serta mendoakan para pendiri Nahdlatul Ulama dan sekaligus pejuang kemerdekaan Republik Indonesia.

“Harlah NU kita mulai dengan kegiatan ziarah muassis di 11 Desa Kecamatan Rubaru, karena para muassis yang kita ziarahi merupakan para pejuang NU,” ungkapnya.

Lebih lanjut KH. Moh. Sadik menyampaikan bahwa patut bersyukur dan patut berbangga karena menjadi orang NU.

“Suksesnya rangkaian acara Harlah NU ke 99 di Rubaru, karena kekompakan seluruh lembaga, PAC, banom dan ranting,” tutur K. Moh. Sadik dalam sambutannya.

Hal yang sangat berkesan disampaikan oleh K. Imam Sutaji sebagai penceramah di acara harlah NU Rubaru, setidaknya ada 4 (empat) poin yang harus dimiliki oleh kader NU, yaitu, harus siap berbeda dan menerima perbedaan dengan orang lain karena disitu indahnya perbedaan, poin kedua bahwa orang NU harus selalu menyambung sanad.

Diolah dari berbagai sumber bahwa sejarah perjuangan kaum santri dan pesantren sebagai basis pergerakannya. Penjajah berusaha keras bagaimana kelompok santri ini melemah. Salah satunya dengan mengubah sistem dan memutus sanad-sanad tersebut

“Hal penting lain yang harus dimiliki adalah barokah, istilah barokah hanya NU yang selalu menggunakan istilah barokah,” ujar K. Imam Sutaji dalam ceramahnya.

Dalam sumber lain dijelaskan bahwa, barokah pada hakikatnya adalah sebuah rahasia Allah dan pancaran dari-Nya yang bisa diperoleh oleh siapa pun yang dikehendaki-Nya. Seseorang bisa dikatakan mendapatkan barokah ketika ia mampu memperlihatkan tanda-tanda berupa peningkatan kualitas amal kebaikan, karena barokah itu sendiri adalah buah dari konsistensi dalam
menjalankan amal sholeh.

Poin keempat yang disampaikan adalah ber NU menyatukan negara, agama dan sosial.

Turut hadir dalam acara harlah 11 (Sebelas) Ranting NU, Lazisnu, Ansor,Bansir, Muslimat NU, IPNU, IPPNU, Pagar Nusa, PMII, Pergunu.

Reporter : Sudirman
Editor : Redaksi
Publisher : Syaiful