Aceh Tamiang, Suara Indonesia-News.Com, Warga Desa Paya Meta mendadak geger di siang bolong, pasalnya yang diduga seorang anggota Polda Aceh berubah menjadi sadis dan tega membacok kedua orang tuanya dengan parang.
Oknum anggota Badan Intelijen Keamanan Polda Aceh ini, Bripka berinisial M.A (31), yang diduga mengalami gangguan jiwa sehingga tega melakukan pembacokan terhadap orang tua kandungnya yang tinggal di Desa Paya Meta, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang.
Menurut kesaksian tetangga korban kepada awak media, Kamis (2/7), Hariandi (30), mengungkapkan saat kejadian di dalam rumah tempat kejadian perkara tidak ada orang lain, hanya ada pelaku Bripka Muhamad Amin.
“Saya hanya mendengar teriakan H. Jamaluddin. Saya langsung keluar rumah, saya melihat H. Jamaluddin, yang berdiri di depan rumahnya dalam keadaan kritis,” katanya.
“Tangan kanannya hampir putus, Korban sempat mengatakan istrinya sudah dibunuh di dalam rumah oleh anaknya sendiri. Setelah itu, saya mengambil inisiatif meminta bantuan warga lainnya,” terangnya lagi.
Akibat kejadian tersebut, ibu pelaku, Hj. Hafifah (60), meninggal dunia dengan mengalami luka bacok di kepala karena hantaman benda tajam (parang). Sedangkan ayahnya, H. Jamaluddin (60) dalam keadaan kritis dan belum sadarkan diri, akibat luka tangan kanan hampir putus, pelipis mata dan telinga terluka akibat sabetan parang.
Informasi yang dihimpun awak media, saat ini pelaku telah diamankan oleh kepolisian Polres Aceh Tamiang. Sedangkan kedua orang tuanya yang menjadi korban telah dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan lebih lanjut.
Hingga berita ini ditayangkan, pihak awak media belum mendapatkan keterangan resmi dari pihak kepolisian setempat.(rd).
